/script>
“Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.” (Roma 6:3-5)
Kita mengetahui bersama bahwa doktrin “Kesatuan dengan Kristus” (Union with Christ) adalah salah satu doktrin sentral dalam kekristenan. Namun terkadang, orang Kristen memahami “Kesatuan dengan Kristus” hanya dalam konteks hubungan pribadi yang manis dan rohani dengan Kristus. Tentu hal ini tidak salah karena merupakan gambaran kondisi ideal hidup kita bersama Yesus.
Tetapi harus disadari bahwa doktrin Kesatuan dengan Kristus mempunyai beberapa aspek pemahaman teologis, yaitu
(i) Kesatuan dengan Kristus dalam karya penebusanNya;
(ii) Kesatuan dengan Kristus – – Kesatuan Spritual;
(iii) Kesatuan dengan Kristus – – Kesatuan Mistikal;
(iv) Kesatuan dengan Kristus – – Kesatuan Nyata;
(v) Kesatuan dengan Kristus yang tidak dapat dipisahkan.
Kesatuan dengan Kristus dalam karya penebusanNya (Union with Christ in His Redemptive Act) adalah hal yang paling mendasar dalam memahami Kesatuan dengan Kristus. Dari Roma 6:3-5 di atas, makna inti dari Kesatuan dengan Kristus adalah mati bersama Kristus di dalam Kristus, dan bangkit dari kematian bersama Kristus di dalam Kristus. (bd. Kolose 2:11-12)
Kematian Kristus adalah suatu konsekuensi bahwa hukuman dosa adalah kematian. Namun Tuhan Yesus Kristus tidak mati oleh karena dosaNya sendiri, tetapi kematianNya karena dosa manusia. Maka kita yang hidup di dalam Kristus telah mati terhadap dosa, dan sekaligus juga kita yang di dalam Kristus dihidupkan dalam kehidupan yang baru melalui kebangkitan Kristus. Paulus lebih lanjut menjelaskan, “… bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa”. (Rom. 6:6)
Kesatuan dengan Kristus dalam karya penebusanNya mengakibatkan orang percaya hidup dalam keselamatan kekal. “Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.” (Rom. 6:8) Kepastian kita diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal, karena kita di dalam Tuhan Yesus Kristus. Puji Tuhan!
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply