/script>
“Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” (2 Korintus 1:3-4)
Mengingat dalam duka yang mendalam bagi saudara-saudara seiman, yaitu keluarga dan jemaat dari Pdt. Khaled Mezhir, Gembala Gereja Injili Gembala Baik, yang telah dibunuh bersama isterinya, orangtuanya, dan lebih dari 20 anggota keluarganya dalam pertempuran di Suweida, Suriah. (19 Juli 2025 – Red)
Juga mengingat para pengungsi dari delapan gereja di Klasis Ilaga Barat dari Gereja Kemah Injil Indonesia di Kab. Puncak, Papua Tengah sebagai akibat konflik kelompok bersenjata dengan aparat. (pekan ketiga bulan Mei 2025 – red)
Kita meyakini dan menyadari sepenuhnya bahwa sumber penghiburan bagi orang-orang percaya adalah dari Allah Bapa dalam Yesus Kristus. Karena Allah Bapa yang penuh belas kasihan dan sumber segala penghiburan yang menghibur orang-orang percaya dalam segala penderitaan.
Ada bermacam-macam penderitaan yang dihadapi orang-orang percaya, namun orang-orang percaya akan menerima penghiburan berlimpah-limpah dari Kristus.
Paulus melanjutkan dalam ayat 4 dan 5, ia mengatakan: “yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.” (2 Kor. 1:4-5) Dari kedua ayat ini Paulus menggambarkan bahwa penderitaan itu banyak dan bermacam-macam: “… segala penderitaan”, “… bermacam-macam penderitaan”, “… berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus”.
Namun ia mengatakan bahwa “oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.” Sehingga setiap orang percaya yang begitu banyak mengalami dan bahkan begitu berat dalam penderitaan atau kesengsaraan, akan dihiburkan oleh Kristus dengan penghiburan yang tak terbatas. Penghiburan dan kekuatan dari Kristus pasti lebih dahsyat dari segala penderitaan yang dialami orang percaya.
Kekuatan untuk bertahan dalam penderitaan bagi orang-orang percaya, bukanlah pada diri mereka sendiri, tetapi bersumber kepada Allah dalam Kristus. Dengan iman yang teguh kepada Kristus, orang-orang percaya dapat menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan hidup dan dapat bertahan, hingga menang.
Penghiburan dari Allah dalam Kristus menimbulkan suatu sumber energi yang membangkitkan kekuatan bagi orang percaya untuk saling menghibur dan menguatkan. Jika mengikuti urutan logis yang berikut: “… Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami … , sehingga kami sanggup menghibur mereka, …” (2 Kor. 1:3), maka hal-hal ini menjadi kekuatan persekutuan orang-orang percaya dalam menghadapi penderitaan.
Itulah sebabnya penghiburan yang kita terima dari Kristus akan menjadikan penguat dan penghibur bagi kita dan juga bagi saudara-saudara yang lain.
Mengingat pengumulan dan penderitaan saudara-saudara kita di Suweida, Suriah dan jemaat GKII di Kab. Puncak, Papua Tengah, kita dipanggil untuk mendoakan mereka, supaya mereka mengalami penghiburan, kekuatan dan dapat terlepas dari penderitaan mereka.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply