Masalah Ekonomi dan Energi Hijau Disuarakan Presiden Jokowi

Ilustrasi. Pembangkit listrik tenaga surya di Muaraenim, Sumatera Selatan. Pemerintah mendorong “pensiun dini” pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Jawa dan Sumatra dan beralih ke energi terbarukan, salah satunya solar panel. ANTARA FOTO/ Nova Wahyudi

Bahkan, potensi itu semakin besar dan menjadi peluang bagi Indonesia karena sejumlah negara di Benua Biru Eropa dan Amerika sudah tidak mau menerima produk yang berasal dari energi fosil. “Kita memiliki potensi ekonomi hijau tersebut.”

Masalah ekonomi dan energi hijau kembali disuarakan Presiden Jokowi ketika membuka agenda Presidensi G20 Indonesia terutama Business 20 (B20) Inception Meeting 2022. Di acara yang berlangsung secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (27/1/2022), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendorong B20 untuk berkontribusi dalam upaya mempercepat transformasi energi ini.

“Kami mengharapkan kontribusi B20 untuk mempercepat transformasi energi yang mulus, tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat kecil,” ujarnya.

Solusi global dalam hal pendanaan dan kemitraan, imbuh Presiden, merupakan agenda yang harus menjadi perhatian utama termasuk alih teknologi untuk mendorong produksi berbasis ekonomi hijau. “Potensi di sektor energi terbarukan harus diikuti dengan skenario dan peta jalan yang jelas, termasuk pendanaan dan investasi,” imbuhnya.

Kepala Negara mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan sebesar 418 gigawatt, baik itu yang bersumber dari air, panas bumi, angin, maupun matahari. Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya mineral logam yang dibutuhkan untuk mendorong transisi menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.

 

Transisi Energi

Lebih lanjut Presiden Jokowi menyampaikan, mekanisme transisi energi dari energi fosil ke energi baru terbarukan yang dilakukan Pemerintah Indonesia akan tetap menjamin kepastian investasi. Pemerintah mendorong “pensiun dini” pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Jawa dan Sumatra dan beralih ke energi baru terbarukan seperti geotermal dan solar panel.

READ  Fenomena FIRE Movement dan Peran Imam Keluarga

“Kita akan membuka partisipasi di sektor swasta untuk berinvestasi di transisi energi ini. Saat ini, ada 5,5 gigawatt PLTU yang siap untuk program early retirement ini,” imbuhnya.

Apa yang disampaikan Presiden Jokowi itu benar adanya. Ekonomi hijau berserta derivatifnya memiliki tujuan akhir mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengurangi kesenjangan di masyarakat.  Sembari mengurangi risiko lingkungan dan memastikan bahwa sumber daya alam lestari alias sustainable.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*