Memahami Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)

/script>
Badan Pusat Statistik berharap para pelaku usaha membuat Klasifikasi Baku Lapangan Usaha agar dapat diidentifikasi dengan baik dan dimonitor kemajuannya. ANTARA FOTO/ Ari Bowo Sucipto
Para pelaku usaha di Indonesia wajib memahami Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) untuk mendaftarkan dan memperoleh legalitas usaha. KBLI membantu mengklasifikasikan jenis usaha dan mempermudah pengurusan izin. Penentuan KBLI dapat dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) dengan langkah-langkah yang jelas dan terstruktur.

Jakarta, legacynews.id – Para pelaku yang ingin merintis atau pun mengembangkan sayap bisnisnya tentu wajib mengetahui soal Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau disingkat KBLI. Melalui KLBI, semua pihak dapat mengetahui aktivitas ekonomi Indonesia yang menghasilkan produk, baik dalam bentuk barang maupun jasa berdasarkan lapangan usaha. Selain itu, KBLI juga berfungsi mengklasifikasikan jenis bidang usaha perusahaan di Indonesia.

Oleh karena itu, perusahaan yang ingin melakukan pendaftaran bidang usahanya di dalam akta atau di NIB (Nomor Induk Berusaha) harus memasukkan kode yang sesuai dengan klasifikasi di dalam KBLI.

Badan Pusat Statistik (BPS), menyusun KBLI sebagai panduan penentuan jenis kegiatan usaha/bisnis untuk mempermudah pelaku usaha menentukan kategori bidang usaha yang akan dikembangkan di Indonesia. Acuan ini diperbarui pada September 2020 sesuai dengan Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, dengan penambahan 216 kode KBLI 5 digit dari KBLI 2017 sehingga total saat ini ada 1.790 kode KBLI.

Apa saja yang menjadi fungsi KBLI?

  • Acuan standar dan alat koordinasi, integrasi dan sinkronisasi penyelenggaraan statistik;
  • Penentuan klasifikasi atau identifikasi bidang usaha;
  • Penentuan kualifikasi, di antaranya SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan);
  • Acuan untuk mendaftarkan dan memperoleh legalitas usaha di Indonesia, misalnya NIB;
  • Menentukan perizinan investasi/penanaman modal yang boleh dilakukan; dan
  • Identifikasi bidang usaha untuk pendaftaran Wajib Pajak.
READ  Program Jaminan Persalinan Merupakan Manfaat JKN-KIS

Berikut ini adalah yang termasuk Kategori KBLI 2020, antara lain:

Kategori A: Pertanian, Kehutanan dan Perikanan

Kategori B: Pertambangan dan Penggalian

Kategori C: Industri Pengolahan

Kategori D: Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin

Kategori E: Treatment Air, Treatment Air Limbah, Treatment dan Pemulihan Material Sampah, dan Aktivitas Remediasi

Kategori F: Konstruksi

Kategori G: Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor

Kategori H: Pengangkutan dan Perdagangan

Kategori I: Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum

Kategori J: Informasi dan Komunikasi

Kategori K: Aktivitas Keuangan dan Asuransi

Kategori L: Real Estate

Kategori M: Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis

Kategori N: Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya

Kategori O: Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

Kategori P: Pendidikan

Kategori Q: Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial

Kategori R: Kesenian, Hiburan dan Rekreasi

Kategori S: Aktivitas Jasa Lainnya

Kategori T: Aktivitas Rumah Tangga Sebagai Pemberi Kerja, Aktivitas yang Menghasilkan Barang dan Jasa Oleh Rumah Tangga yang Digunakan untuk Memenuhi Kebutuhan Sendiri

Kategori U: Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya

Bagaimana cara menentukan KBLI? Bagi pelaku usaha dalam menentukan KBLI, pertama kali menentukan kategori usaha terlebih dahulu, kemudian menentukan golongan pokok, golongan, subgolongan, dan kelompok. Struktur pengkodean KBLI menyesuaikan dari struktur pengkodean pada ISIC (International Standard Industrial Classification).

Cara Menambah KBLI di OSS

Penambahan bidang usaha di Online Single Submission (OSS) dilakukan oleh pengusaha yang ingin megembangkan bisnis di bidang lain yang berbeda dengan kegiatan usaha pertamanya. Cara menambah KBLI di OSS dapat dilakukan di situsnya.

READ  Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Senantiasa Berinovasi

Sebagai informasi, OSS adalah sistem perizinan berusaha yang dikelola oleh Kementerian Investasi/BKPM. Aplikasi ini memuat berbagai layanan seputar izin usaha yang terintegrasi secara online.

Untuk menambah bidang usaha, pengusaha hanya perlu mengisi data usaha pada menu Perizinan Berusaha. Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan saat mendadtar KLBI di OSS: yang dapat dijadikan panduan:

  • Buka situs OSS melalui https://oss.go.id/. Memastikan pendaftar telah membuat akun dan mendapat username serta password untuk login;
  • Pilih menu ‘perizinan berusaha’ pada halaman utama, setelah itu pilih opsi ‘pengembangan’.
  • Kemudian, klik ‘tambah bidang usaha’ dan ‘pilih bidang usaha’;
  • Isi seluruh data dengan lengkap, mencakup informasi bidang usaha, data usaha, data produk/jasa. Setelah semua lengkap, klik ‘selesai’;
  • Sistem akan menampilkan bidang usaha yang sudah ditambahkan secara otomatis. Centang kotak pernyataan terkait informasi yang diberikan sudah benar.  Setelah itu, klik ‘lanjut’;
  • Dalam daftar usaha, sudah tercantum KBLI yang baru ditambahkan. Klik ‘proses perizinan berusaha’. Centang semua kotak dialog pernyataan mandiri terkait informasi yang diberikan dan klik ‘lanjut’;
  • Sistem akan menampilkan draf nomor induk berusaha (NIB) dari bidang usaha yang baru. Centang kotak pernyataan terkait informasi yang diberikan sudah benar untuk bisa menerbitkan perizinan berusaha;
  • NIB dari bidang usaha yang baru sudah bisa dicetak dan digunakan.

(indonesia.go.id)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*