Memimpin Keluarga; Kekuatan & Keteguhan Hati Seorang Ayah

/script>

“Memimpin Keluarga dengan Kasih dalam Era Modern: Kekuatan dan Keteguhan Hati Seorang Ayah”

Jakarta, legacynews.id – Dalam era modern yang penuh dengan tekanan dan tuntutan, memimpin keluarga dengan kasih menjadi hal yang penting bagi seorang Ayah. Sebagai kepala keluarga, Ayah dipanggil untuk menjadi teladan kasih yang kuat dan teguh dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Mari pelajari dan menjelajahi kekuatan dan keteguhan hati yang diperlukan oleh seorang Ayah dalam memimpin keluarganya, dengan mengacu kepada beberapa ayat-ayat Kitab Suci yang relevan.

  1. Kekuatan dalam Yesaya 40:31 (TB):

   “Tetapi orang-orang yang menanti TUHAN mendapat kekuatan baru. Mereka seumpama rajawali yang naik dengan kokohnya; mereka berlarilah dan tidak menjadi lelah, mereka berjalan dan tidak menjadi lesu.”

Kekuatan dalam memimpin keluarga datang dari mempercayakan hidup kepada Tuhan, dekat dengan Tuhan, memiliki waktu doa dan baca Kitab Suci. Seorang Ayah harus menghargai waktu dalam doa dan bersekutu dengan Tuhan untuk mendapatkan kekuatan dan kebijaksanaan dalam mengatasi tantangan sehari-hari. Dengan mengandalkan pada Tuhan, seorang Ayah akan diberikan kekuatan baru yang tidak terbatas untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga.

  1. Kasih dalam Efesus 5:25 (TB):

   “Hai suami-suamimu, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya”

Pernikahan Kristiani menekankan kasih dan pengorbananan satu dengan yang lainnya. Sebagai seorang Ayah, kasih harus menjadi dasar dalam memimpin keluarga. Sebagaimana Kristus mengasihi gereja dengan mengorbankan diri-Nya, seorang Ayah juga harus mengasihi istrinya dengan penuh pengorbanan. Kasih yang diberikan tidak hanya dalam bentuk kata-kata, tetapi juga dalam tindakan nyata dan pengabdian yang sungguh-sungguh. Kasih yang lahir dari hati yang baik akan membawa kedamaian dan kebahagiaan dalam keluarga.

  1. Keteguhan dalam 1 Korintus 16:13 (TB):
READ  Tidak Salah Pilih Pasangan Namun Perhatikan Perlakuan Sendiri

   “Berjagalah, berdirilah tegak dalam iman, bertindaklah dengan kekuatan dan semangat yang mantap.”

Setiap manusia akan selalu kuat dan dapat bertahan jika memiliki harapan dan berpegang kepada suatu kebenaran yaitu Allah. Tantangan dan godaan dalam dunia modern sangat banyak, dan Ayah perlu menjadi teguh dalam imannya. Keteguhan hati akan membantu seorang Ayah memimpin keluarganya dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Ketika dunia menghadapkan kita pada berbagai ideologi dan nilai-nilai yang bertentangan dengan iman Kristen, seorang Ayah harus tetap berpegang pada prinsip-prinsip firman Allah dan bertindak dengan kekuatan dan semangat yang mantap.

  1. Teladan dalam 1 Timotius 4:12 (TB):

   “Jangan biarkan orang menyepelekan engkau karena engkau muda, tetapi jadilah teladan bagi orang-orang yang beriman, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam imammu, dan dalam kesucianmu.”

Manusia ingin dipandang baik oleh lingkungannya, namun itu akan terjadi jika keluarga didapati harmonis dan rukun. Seorang Ayah harus menjadi teladan bagi anggota keluarganya dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Teladan yang baik akan mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip iman Kristen. Dalam berbicara, bertindak, dan berinteraksi, seorang Ayah harus menjunjung tinggi kasih dan memelihara kekudusan.

Setiap laki-laki menikah pasti berharap memiliki keluarga yang harmonis dan pernikahan langgeng, tentu ada prasyaratnya. Memimpin keluarga dengan kasih dalam era modern membutuhkan kekuatan dan keteguhan hati seorang Ayah. Dengan mengandalkan Tuhan, mengasihi dengan tulus tanpa pamrih, dan memegang teguh prinsip-prinsip iman, seorang Ayah dapat membangun keluarga yang kokoh dan penuh damai. Dalam perjalanan ini, mari kita terus memperkuat kehidupan rohani kita melalui doa, bacaan Kitab Suci, dan bersekutu dalam komunitas kecil dan lakukan kegiatan misi dan pemberitaan Injil.

READ  Maju Karena Teknologi; Keluarga Hancur Juga Karena Teknologi

Pro Ecclesia Et Patria

Antonius Natan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*