MENUJU MASA DEPAN TANAH PAPUA YANG BERKEADILAN

/script>

GEREJA MENYIAPKAN GENERASI MUDA

MENUJU MASA DEPAN TANAH PAPUA YANG BERKEADILAN


Kisah Para Rasul 1:8 TB2, “sampai ke ujung bumi …”

Rekomendasi dan Komitmen Konferensi Internasional Doa dan Penginjilan – Hari Doa Nasional IV 2025, 1-5 Juli 2025, di Sentani – Papua. Pada point:

2. Bahwa perlunya diwujudkan kesatuan lintas denominasi gereja berperan nyata ke arah suatu dialog dan kerjasama dalam satu panggilan yang diikat dalam keesaan gereja, menyiapkan dan melibatkan elemen generasi muda menuju masa depan Tanah Papua yang berkadilan, sejahtera dan berkemajuan dari Papua untuk seluruh Indonesia dan Papua ke seluruh bangsa-bangsa.

Gereja-gereja lintas denominasi di Tanah Papua menyadari bahwa generasi muda Papua adalah masa depan Papua! Tanah Papua adalah “Surga kecil yang jatuh ke bumi” kaya dengan sumber daya alam yang tak terbatas. Namun sayang, selama masih terlihat ruang konflik yang begitu besar, harapan dan air mata yang tak kunjung kering, maka generasi muda Papua terus bergumul melihat tanahnya terus menangis.

Sudah waktunya gereja-gereja di Indonesia dan di Tanah Papua membangun kerjasama lintas denominasi gerejawi, dalam suatu suatu ikatan keesaan gereja, untuk melihat potensi generasi muda Orang Papua yang belum seutuhnya tersentuh. Ketika banyak generasi muda Papua yang melihat dan menjadi saksi ketidakadilan, jangan heran jika masa depan tanah Papua yang berkeadilan, sejahtera dan damai dapat dinikmati sesuai ketetapan Kristus, bahwa Tanah Papua untuk Orang Papua.

Kiranya point 2 dari Rekomendasi dan Komitmen tidak berhenti hanya pada gagasan dan teks yang dibacakan, melainkan diimplementasikan mulai dari keluarga, gereja dan masyarakat Papua. Gereja menyiapkan generasi muda menuju masa depan tanah Papua yang berkeadilan.

READ  Orang Injili Menginginkan Khotbah Yang Lebih Singkat

 

Salam Injili 

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketua MAPER PGLII

Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*