“Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.” Yohanes 4:35
Dalam penginjilan kita akan memulai dengan pendekatan terhadap jiwa-jiwa yang menjadi fokus pelayanan kita. Kita mulai mendoakan, lalu bergaul dengan mereka, belajar mengenali mereka dan membangun rasa kepercayaan terhadap kita. Namun selanjutnya kita sangat membutuhkan hikmat dan kepekaan dari Roh Kudus untuk dapat mengenali jiwa-jiwa yang telah siap mendengar Injil dan percaya kepada Tuhan Yesus.
Itu sebabnya Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita tentang ilustrasi: “… ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.” Tentu kita memahami bahwa Yesus menggunakan kiasan ini untuk memberi penjelasan tentang kepekaan terhadap jiwa-jiwa yang siap mendengar Injil dan percaya, serta kapan waktunya untuk “start” dan bertindak.
Pertama, istilah ‘menguning’ (Yun: leukos) dapat berarti sinar atau terang. Alkitab dalam bahasa Inggris menterjemahkan sebagai “white” (putih). Buah yang telah matang dapat kita kenali melalui perubahan warna pada buah tersebut. Umumnya warna itu berubah menjadi lebih muda atau terang. Misalnya dari warna hijau menjadi warna kekuning-kuningan. Dengan warna yang demikian itu, kita dapat membedakan buah yang matang dengan buah yang belum matang.
Disini kita diajarkan bahwa ketika kita fokus melihat jiwa-jiwa yang membutuhkan berita Injil, maka Tuhan akan memberi kepekaan kepada kita untuk mengenali siapa-siapa yang telah disiapkan Tuhan untuk menjadi percaya. Kepekaan ini dimiliki seseorang, karena ia mempunyai relasi yang intim dengan Tuhan Yesus.
Kedua, ‘matang untuk dituai’ dihubungkan Tuhan Yesus dengan musim menuai. Namun jika diperhatikan pada kalimat sebelumnya Ia berkata: “Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai?” Rupanya pada saat itu mereka baru menabur/menanam benih di ladang-ladang mereka, dan sedang menunggu empat bulan lagi untuk menuai.
Jadi ilustrasi Yesus menunjukkan tentang pikiran mereka dalam konteks waktu “menunggu”, masih lama waktu menuai. Tetapi justru dalam ilustrasi “matang untuk dituai” Yesus menegaskan kepada mereka bahwa tentang jiwa-jiwa itu, sudah saatnya “dituai”. Artinya waktu menunggu itu sudah lewat, tetapi sekarang ini adalah waktu menuai sudah tiba.
Janganlah kita tidak memahami waktu Tuhan untuk menuai. Berdoalah dan terus gumulkan dalam doa untuk setiap jiwa yang kita nantikan mereka siap menjadi percaya kepada Yesus. Peka dan siap untuk menuai.
Jika kita telah meyakini inilah waktunya, jangan menunda, mulailah bertindak memberitakan Injil dengan keyakinan yang teguh, karena mereka telah matang untuk dituai.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Leave a Reply