MENUNGGU BERDIRINYA GEREJA INJILI BETAWI (IV)

Matius 28:19 (TB2) “Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”

Saat Prof. Dr. Hussein Djajadiningrat, menyampaikan disertasi “Critische Beschouwing van de Sadjarah Banten“, mengatakan kelahiran Jayakarta pada tahun 1527, yang kemudian dipertahankan di Universitas Leiden, Belanda.

Namun yang menentukan tanggal 22 Juni sebagai hari lahir Jayakarta adalah Prof. Dr. Sukanto. Demikianlah cara Prof. Sukanto menduga  hari lahir Kota Jayakarta-Jakarta. Teori ini kemudian diterima baik Pemerintah Daerah Jakarta Raya, sehingga secara resmi ditetapkan 22 Juni 1527 sebagai hari lahir Kota Jakarta.

Namun dalam bidang ilmiah, diskusi berjalan terus, Prof. Hussein yang terkenal sebagai sarjana Islamologi bertaraf internasional, tidak dapat menerima teori Prof. Sukanto yang adalah sarjana hukum adat.

Bertolak dari teori Prof. Hussein, Prof. Sukanto memperkirakan pertempuran antara Fatahillah melawan Frasisco dr Sa terjadi pada pertengahan bulan Maret 1527, sehingga pastilah pemberian nama Jayakarta dilakukan setelah Maret 1527.

Dokumen pertama Indonesia yang memakai sebutan “Jakarta” tidak mungkin berasal dari sebelum tahun 1602. Dokumen ini nerupakan “piagam” dari Banten yang ditemukan van deer Tuuk (1870), Ja(ya)karta menjadi “Jakarta”.

Sedangkan dalam catatan sejarah Hindia Belanda, hari lahirnya Jayakarta bertepatan dengan saat Jan Pieterszoon Coen menaklukan Jayakarta dan segera mengantinya dengan nama Batavia, yaitu 30 Mei 1619, itulah hari lahirnya Batavia.

Bahkan Sejarahwan Abdurahman Surjomihardjo mengomentari keputusan Walikota Jakarta Sudiro (1953-1958) tentang hari jadi Jakarta sebagai “Kemenangan Sudiro” yang berdasarkan “kemenangan Fatahilah” yang pastinya tidak diketahui.

Karena itu, perdebatan tentang kapan sesungguhnya hari lahir Kota Jakarta tidak ada yang tahu. Ada versi yang menghitung dengan tahun Islam, atau dengan tahun Jawa, bahkan dengan kekalahan Jayakarta menjadi Batavia, serta Kemenangan Sudiro. Namun siapakah penduduk asli Jakarta yang paling pantas, atau yang mewakili masyarakat Batavia yang multikultural, yang mengklaim hari lahirnya Kota Jakarta, tidak pernah ada.

READ  MENUNGGU BERDIRINYA GEREJA INJILI BETAWI (III)

MENUNGGU BERDIRINYA GEREJA INJILI BETAWI (IV) bersambung….

Salam Injili,

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketua MAPER PGLII

Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia