MENUNGGU BERDIRINYA GEREJA INJILI BETAWI (VI)

Matius 28:19 (TB2) “Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”

Jan Pieterszoon Coen meninggal dunia pada 20 September 1629 di Batavia. Namun ia telah mewarisi banyak hal seperti, kanal-kanal, setu-setu, pintu air yang mengikuti teknologi Belanda, kemudian tugu-tugu dan bagunan-bangunan bersejarah seperti benteng Batavia, museum, kantor, toko, gudang dan gereja-gereja yang kini dikenal sebagai gereja-gereja tua baik warisan Belanda, termasuk kemudian gereja Portugis dan gereja Anglican. Sedangkan kantor Gubernur Hindia Belanda kini dikenal sebagai Istana Merdeka, Jakarta.

Beberapa gereja tua yang sampai kini masih berfungsi meski harus berkali-kali direnovasi.:

Gereja Portugis yang berada di luar kota Batavia, abad 17, kini dikenal sebagai “Gereja Sion” di ujung Jl. Pangeran Jayakarta; “Gereja Tugu*“, 1878, di Tugu selatan Tanjung Priok; “Gereja Lutheran“,1749, gereja ini terletak di Theewaterstraat yang kini berada dipojok Jl. Kali Besar Timur, “Gereja Bundar” atau Willemskerk, sekarang di depan stasiun Gambir. Setelah bermunculan gereja-gereja “Mardijkers” artinya Merdeka yang gereja-gereja berlatar belakang budak dan orang-orang nom Belanda dan non Portugis, berikutnya “Gereja Ayam” – Haantjes Kerk, 1856, di Jl. Ketapang, Gereja Kapel Rumah Sakit Cikini, 1895, “Gereja Paulus” – Nassaukerk, 1930, “Gereja Koinonia“, Jl. Matraman Raya, 1920, “Gereja Kwitang“, Jl. Kwitang, 1886, sebagai gereja Protestan, “Gereja HKBP Kenolong“, Cikini, “Gereja Kristus Ketapang“, Jl. Zainul Arifin. Di bagian lain, gereja-gereja Katolik juga didirikan, misalnya “Gereja Katedral”, “Gereja Santa Theresia“, Menteng, dan lain-lain. Setelah Abad Ke-20 berdiri , gereja-gereja Pentakosta, Gereja Baptis, Gereja Sidang Jemaat Allah dan berbagai denominasi gereja baru yang berhubungan dengan badan zending.

READ  MENUNGGU BERDIRINYA GEREJA INJILI BETAWI (III)

Pada Abad Ke-21, tahun 2026, Batavia yang kemudian menjadi Kota Jakarta,  sedang menyambut Hari Ulang Tahunnya Ke-499, 22 Juni 2026 (sudah dijelaskan sebelumnya banyak perbedaan kapan sesungguhnya hari lahir Jakarta), saya sebagai anak Jakarta yang dibesarkan di Kota Jakarta, cukup mengenal Jakarta pada tahun 60, 70, 80 sd 2026, wilayah yang dulunya dipenuhi rawa dan setu telah berubah menjadi kota Metropolitan (namun yang masih dipenuhi perkampungan-perkampungan kumuh dan bau).

MENUNGGU BERDIRINYA GEREJA INJILI BETAWI (VII) bersambung….

Salam Injili,

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketua MAPER PGLII

Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*