MENUNGGU BERDIRINYA GEREJA INJILI BETAWI (VII-Selesai)

Matius 28:19 (TB2) “Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”

“Jika gedung Gereja Injili Betawi didirikan di wilayah Jakarta, siapa yang berani menentang pendiriannya atau melarang ibadahnya?”

Apa penyebab Gereja Kristen Betawi atau Gereja Injil Betawi, belum juga didirikan? Apakah gereja-gereja di Jakarta tidak tahu keberadaan mereka? Atau karena menganggap masyarakat Betawi bukan target penginjilan? Padahal sudah cukup banyak orang-betawi yang menjadi pengikut Kristus, melayani di berbagai bidang, bahkan menjadi pendeta? Apakah suku-suku yang belum terjangkau itu (hindari penggunaan kalimat “Suku terasing” apalagi “Suku terkebalakang“) dianggap lebih penting dari orang-orang Betawi yang kerap disebut mantan budak (mardijkers)?.

Menurut Ridwan Saidi, tokoh senior Betawi, di buku “Profil Orang Betawi“, 1997, disebutkan jumlah orang Betawi di Jakarta saat itu sebanyak 2% dari data 4 juta jiwa. Maka 2%nya orang Betawi, terdapat 80.000 orang. Tentu saja data itu tidak benar-benar sahih karena semakin banyak orang Betawi menjadi pengikut Kristus tetapi tidak terdata. Sedangkan orang Kristen Betawi yang bergereja di Jalan Raya Kampung Sawah, Jati Melati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, beribadah di “Gereja Santo Servatius” Kampung, berdiri 6 Oktober 1896, dikenal sebagai jemaat Betawi yang sangat toleran dan akulturasi (yang memadukan budaya Sunda, Melayu bercampur Tionghoa, Portugis, Belanda, India, yang menghasilkan seni dan budaya Betawi Kampung Sawah) sebagai gereja Katolik.

Pada dasarnya dalam sejarah perkembangan dari Sundakelapa, Jayakarta (Ja “ya” karta  – Iacarta), Batavia menjadi Jakarta, menghasilkan setidaknya tiga bentuk gereja di Batavia – Jakarta.

  1. Gereja-gereja yang didirikan untuk kepentingan orang Belanda;
  2. Gereja-gereja Portugis, Gereja-gereja Inggris (Anglican) dan Gereja-gereja Tionghoa;
  3. Gereja-gereja baru yang didirikan dan berkembang dari misi zending Barat, namun menggunakan nama gereja dalam bahasa Indonesia.
READ  HIDUP DALAM KEDEWASAAN ROHANI

Perintah Yesus dalam Amanat Agung Matius 28:19 telah sangat jelas, yaitu suatu Perintah Agung. Perhatikan, berbagai khotbah, seminar, konferensi pemberitaan Injil selalu menyebut, penginjilan itu dilakukan “kapan saja”, “dimana saja” dan “kepada siapa saja”.

Namun, sampai Jakarta bersiap merayakan Hari Ulang Tahunnya Ke-499, 22 Juni 2025, belum juga terdengar Gereja Injili Betawi.

Bukan karena saya kehilangan spirit untuk ikut mewujudkan berdirinya “Gereja Injili Betawi” (GIB) atau “Gereja Injili Betawi Jakarta” (GIBJ), tetapi kawan-kawan yang pernah berdiskusi, bersekutu dan beribadah dengan dialek serta nyanyian Kristen (yang) diBetawikan dengan saya rata-rata telah pindah ke luar kota Jakarta (masyarakat Betawi, lambat laun akan seperti suku Indian, suku Aborigin karena mulai tersingkir oleh para pendatang atau memang kerap menjual tanahnya yang luas), itu salah satu masalah.

Namun, bukankah gereja-gereja yang menjangkau orang-orang Islam perlu juga menjangkau masyarakat Betawi?.

Sejak tahun 1980-an, ketika saya memulai berkumpul dengan kawan-kawan Kristen Betawi, saya menganjurkan dibuat Alkitab dalam bahasa Betawi. Puji Tuhan, saya dan kawan-kawan yang bersyukur karena suatu lembaga penerjemahan Alkitab ke bahasa suku, telah menerbitkan Alkitab Kitab Matius dalam bahasa Betawi. Dan yang tak kalah penting, saya juga mendorong gereja-gereja Injili untuk terus berjuang bagi kawan-kawan Betawi memiliki gereja sendiri, sebagaimana Saudara-saudara Betawi bergereja Katolik di Kampung sawah, dan tetap gunakan busana Betawi dan tata ibadah dialek Betawi. Semoga perjuangan dan harapan ini tidak begitu saja kandas. Teruslah beritakan Injil ke masyarakat Betawi – MENUNGGU BERDIRINYA GEREJA INJILI BETAWI (VII-Selesai)

Salam Injili,

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketua MAPER PGLII

Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*