Natal Kebudayaan Adalah Natal Tanpa Kristus

<

“Percuma mereka beribadah kepada-Ku,…” Matius 15:9 

Natal adalah kelahiran Yesus di Betlehem. Yesus lahir sebagai Juruselamat dan Penebus dosa manusia.

Tetapi, apakah setiap orang Kristen merayakan Hari Raya Natal karena sudah diselamatkan ataukah hanya pesta?

Bagi orang Kristen yang telah dilahirkan kembali yang telah menerima Yesus dalam kegidupannya, dan tetap setiap, merayakan Natal sebagai momentum sukacita atas keselamatan, dan untuk memberitakan Injil.

Tetapi bagi orang Kristen yang hanya Kristen KTP, Natal hanyalah sebuah kebudayaan.

Pasang pohon Natal, nyanyikan nyanyian Natal, kirim hadiah Natal, bahkan ucapkan selamat Natal kepada banyak orang.

Tetapi bagi orang Kristen hanya Kristen KTP apapun yang dilakukan hanya “tradisi” atau “liturgis”.

Ya, Kristen tradisi adalah Kristen kebudayaan, ketika Natal tiba dimengerti sebagai kebudayaan.

Natal kebudayaan dihadirkan dengan hadirnya Sinterklas, kado, pesta Natal dan beragam acara yang menyenangkan.

Apakah Natal seperti ini berpusat pada Yesus? Yesus memang disebut dan dinyanyikan tetapi bukan Yesus yang dimaksud!

Semua sukacita Natal ini sebenarnya tanpa Yesus. So, percuma beribadah jika tanpa Yesus.

Salam Injili

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

READ  Menerima Tugas Tapi Tak Mengerjakannya; Apa Namanya?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*