![]()
Indramayu, legacynews.id – Kehadiran kami sebagai undangan untuk menghadiri Wisuda ke-3 pada Sabtu (20 Mei 2023) di Institut Agama Islam Az-Zaytun Indonesia (IAI Al-AZIS) bertempat di Mini Zeteso, Gedung Ali bin Abi Thalib, Al-Zaytun. Luar biasanya semua yang akan memasuki area harus negatif tes swab antigen. Kesan pertama yang menggambarkan betapa disiplin diterapkan dalam pondok ini. Terlebih sapaan petugas didepan yang hangat, sopan dan tegas serta selalu menyerukan kata “merdeka”.
Tepat didepan pintu gerbang Ma’had Al-Zaytun atau Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun yang merupakan sebuah Ponpes yang terletak di desa Mekar Jaya, kecamatan Gantar, kabupaten Indramayu, provinsi Jawa Barat. Terdapat prasati indah dengan teks lengkap lagu Indonesia Raya tiga stanza.
Ditengah kontroversi yang viral saat ini, kami memperhatikan bagaimana sebuah institusi pendidikan menerapkan Pancasila dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Melantunkan lagu kebangsaan adalah salah satu cara untuk menunjukkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap negara Indonesia, penerapan Pancasila pada Ponpes Al-Zaytun meliputi nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara.
Sebagai institusi pendidikan, Ponpes Al Zaytun sudah menerapkan Pancasila sebagai dasar ideologi negara Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini termasuk dalam pendidikan dan pembentukan karakter santri-santrinya, serta dalam praktek-praktek keagamaan dan sosial di lingkungan pesantren. Tercatat dalam komunikasi kami dengan Syaykh Panji Gumilang, Ponpes Al Zaytun menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, seperti persatuan, keadilan sosial, dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
Makna Indonesia Raya
Lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Indonesia diciptakan pada tahun 1924 oleh W.R. Supratman. Lagu memiliki tiga stanza atau tiga bait, perhatikan makna tiap baitnya.
Stanza pertama menggambarkan rasa cinta dan bangga kepada tanah air Indonesia sebagai tempat lahir dan tumbuh. Tanah yang pernah menjadi saksi perjuangan dan keberanian para pejuang Indonesia yang mempertahankan kemerdekaan. Sebagai anak bangsa, bangga memiliki tanah air sendiri dan siap menjadi pengikut yang setia mengikuti arahan serta petunjuk pimpinan.
Stanza kedua memuat pesan penting tentang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sebagai negara yang terdiri dari beragam suku dan budaya. Kebangsaan dan persatuan dipakai sebagai senjata untuk melawan segala bentuk penghambat kemajuan bangsa. Sebagai anak negri, kita semua diharapkan untuk bersatu demi meraih kemakmuran dan kejayaan Indonesia.
Stanza ketiga menggambarkan semangat perjuangan untuk mencapai kemerdekaan dan masih terjadi setiap tahun pada tanggal 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan Indonesia. Bersumpah bahwa akan setia dan berjuang sampai mati dalam mempertahankan dan memperjuangkan kebebasan serta kemakmuran bagi tanah air Indonesia yang telah merdeka.
Rektor IAI AL-AZIS, Datuk Sir Imam Prawoto, KRSS, S.E., M.B.A., C.R.B.C., menyampaikan sambutan
Moderasi Agama
Menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan merupakan salah satu bentuk cara dalam melaksanakan moderasi beragama. Moderasi beragama adalah sikap tengah dalam beragama yang menempatkan toleransi dan harmoni antar umat beragama sebagai prinsip utama.
Melalui lagu Indonesia Raya, semua kalangan dan agama di Indonesia sama-sama menyatukan suara untuk mencintai dan memperjuangkan bangsa Indonesia menuju Indonesia yang berdaulat dan bermartabat. Hal ini menunjukkan sikap inklusivitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan.
Sebagai institusi pendidikan bentuk kegiatan dalam Ma’had Al-Zaytun menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebangsaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama, seluruh pendidik dan tenaga pendidik serta pimpinan memberikan kontribusi dalam memperkuat persatuan dalam keberagaman agama, suku, dan budaya.
Pimpinan Ponpes Al Zaytun Syaykh Panji Gumilang bersama putra sulung, Rektor IAI AL-AZIS, Datuk Sir Imam Prawoto & Pengurus Pewarna (Persatuan Wartawan Nasrani) Indonesia
Di Pondok Pesantren Al-Zaytun dalam setiap kesempatan lagu Indonesia Raya dikumandangkan dan dinyanyikan bersama. Diharapkan setiap santri, pendidik dan seluruh tamu undangan yang hadir, dapat turut aktif dalam melaksanakan moderasi beragama dengan mengutamakan kesatuan dan kebersamaan dalam perbedaan serta menghargai identitas agama, budaya, dan ras yang ada di Indonesia bahkan seluruh dunia. Merdeka! (ANT-Pewarna Indonesia)

Leave a Reply