/script>
ROH KUDUS AKAN MENJELASKAN JALAN KESELAMATAN YANG SULIT DIMENGERTI
“dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.” Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.” (Yohanes 12:32-33)
Kedua ayat ini mengingatkan tentang lirik lagu yang berjudul “Dia harus makin bertambah”.
Dia harus makin bertambah
Ku harus makin berkurang
Nama Yesus saja disembah
Ku di tempat yang paling belakang
Bila Yesus ditinggikan
Dan salibNya dibritakan
Pasti Dia menarik semua orang
Datang kepadaNya skarang
Istilah “Yesus ditinggikan” dan “pasti Dia menarik semua orang datang kepadaNya skarang” dalam lirik lagu ini berbeda dengan pengertian dalam teks Yohanes 12:32 di atas. Karena maksud Yesus ditinggikan adalah berbicara tentang penyalibanNya, sebagai cara Ia mati. Perkataan Yesus ini sulit untuk dipahami. Benarkah Mesias harus mati?
Perkataan Tuhan Yesus tentang “apabila Aku ditinggikan dari bumi” ditanggapi oleh orang-orang banyak pada waktu itu, “Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?” (ay. 34). Di sini tampak mereka mengerti istilah “Aku ditinggikan dari Bumi” berarti “Yesus akan mati”. Namun mereka meyakini berdasarkan Taurat bahwa Mesias itu tidak akan mati, karena Mesias tetap hidup selama-lamanya.
Rasul Petrus juga sulit untuk memahami bahwa Yesus sebagai Mesias harus mati. Ketika Yesus menyampaikan bahwa “Ia harus … menanggung banyak penderitaan,… dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga,” Petrus langsung menanggapi dengan menegur Yesus, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” Tetapi Yesus langsung menegur Petrus dengan keras, “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Mat. 16:22, 23) Jalan kematian Yesus di salib sulit dimengerti.
Hal ini pun tampak pada waktu Paulus mengatakan: “tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan.” (1 Kor. 1:23)
Orang-orang yang belum percaya Yesus dan belum memahami karya pengorbanannya akan sulit untuk mengerti jalan keselamatan itu harus melalui kematian. Melalui kematian Yesus.
Namun “God works in His mysterious way” (Allah bekerja dalam misteri). Jalan keselamatan melalui kematian Tuhan Yesus itu adalah jalan misteri Allah. Karena memang demikian adanya, bahwa hanya melalui kematian, kebangkitan Yesus maka kita menerima keselamatan.
Jalan keselamatan memang sulit dimengerti, namun pemberitaan Injil kita tidak hanya dilakukan dengan uraian kata-kata saja, tetapi dengan kekuatan oleh Roh Kudus.
“Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.” (1 Kor. 2:4-5)
Oleh kuasa Roh Kudus akan menjelaskan jalan keselamatan yang sulit dimengerti. Injil itu dapat menembus pikiran, hati, hati nurani, dan kehendak manusia, sehingga mereka dapat memahami bahwa keselamatan adalah melalui pengorbanan Yesus Kristus.
Oleh karena itu, marilah kita tetap memberitakan Injil dalam kuasa Roh Kudus.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Leave a Reply