![]()
Wahyu 1:17 TB2, “Ketika aku melihat Dia, sujudlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati. Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku dan berkata, “Jangan takut ! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir.”
Jika ingin tahu kualitas orang Kristen dan para pelayan di gereja yang sekuler? Lihatlah bagaimana sikapnya saat menghadap Tuhan di gereja. Simak… ,
Ketika berdoa, kedua tangan bersatu (terikat) di belakang badan atau di depan badan, muka tanpa ekspresi dan dingin, sebagai tanda inilah isi hati yang sebenarnya.
Ketika ibadah, saat bernyanyi dan melayani “semangatnya begitu kuat” tetapi saat dengar firman Tuhan ia mulai sibuk dengan mengantuk, sibuk main gadget atau sibuk mengobrol.
Ibadah di gereja menjadi mati, tidak tampak roh yang menyala-nyala, karena orang-orang seperti ini yang hadir dalam gereja. Inilah yang disebut mayat-mayat hidup yang memenuhi ruang gereja.
Ketika harus melayani misi, penginjilan dan pelayanan-pelayanan lainnya, selalu berkata “sibuk”, “ada urusan lain yang tidak bisa ditinggalkan” dan segudang alasan sekaliber profesor.
Hal ini hanya sebagian kecil dari potret orang Kristen dan pelayan gereja hari ini yang tidak lahir baru, yang sebenarnya dirinya tidak pernah menghargai apalagi menghormati Tuhan Yesus Allah yang Mahakudus!.
Jika pelayan gereja tidak menghormati Tuhan yang kudus, pertanyaannya apa sebenarnya yang ia lakukan di dalam gereja?.
Salam Injili
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply