
Vaksin Merah Putih saat dalam proses produksi oleh peneliti dari Universitas Airlangga (UNAIR) yang bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia. Segera uji klinis. ANTARA FOTO/ Zabur Karuru
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan produksi vaksin Merah Putih ini adalah program superprioritas bagi Pemerintah Indonesia. Belajar dari ledakan Covid-19 dengan segala variannya, di masa mendatang pandemi virus juga menjadi ancaman potensial. Industri vaksin dalam adalah wajib hukumnya.
“Saya yang bertugas melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian program prioritas. Vaksin ini masuk dalam program superprioritas dari Presiden, menuju kemandirian vaksin Indonesia,” ujar Menko Muhadjir.
Di kesempatan terpisah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, untuk jangka pendek ada opsi untuk menggunakan vaksin Merah Putih untuk booster. Kemenkes mendorong agar vaksin Merah Putih juga dapat diberikan bagi anak-anak mulai usia tiga tahun. Opsi lainnya ialah untuk donasi ke sejumlah negara yang masih membutuhkan vaksin. Khususnya di Afrika yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang mengkhawatirkan faktor kehalalan vaksin.
‘’Presiden setuju sebagian vaksin Merah Putih itu untuk donasi. Banyak negara yang membutuhkan, terutama di Afrika, karena beberapa vaksin seperti Astrazaneca dan Moderna membutuhkan mata rantai dingin, semoga vaksin Merah Putih bisa membantu. Jadi selain dipakai lokal, vaksin Merah Putih juga akan dipakai utuk internasional,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan pelaksanaan uji klinik vaksin Merah Putih ini akan terus dikawal oleh lembaganya, guna memastikan bahwa semuanya dilakukan sesuai dengan standar dan protokol yang disepakati. Jika berjalan sesuai timeline dan roadmap yang telah direncanakan, serta hasil interim (sementara) uji klinik fase I/II yang memenuhi syarat, maka uji klinik fase III sudah bisa dijalankan pada April 2022.
‘’Setelah diperoleh hasil interim uji klinik fase III, dan hasilnya bagus, maka vaksin dapat berproses untuk pengajuan persetujuan emergency use authorization (EUA) dari BPOM sekitar pertengahan Juli 2022,” ujarnya.
Pada sisi lainnya, BPOM pun terus mengawal pemenuhan proses produksi yang baik dan kelayakan fasilitas produksi skala komersial PT Biotis Pharmaceutical Indonesia, terutama dalam penyiapan skala produksi untuk uji klinik fase III. Jika sesuai dengan timeline, diperkirakan sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dapat diterbitkan pada April 2022.
PT Biotis Pharmaceutical Indonesia sendiri ialah perusahaan patungan lokal PT Biotis Prima Agrisindo dengan dua mitra asingnya, yakni Pharmally International Holding Company dari Taiwan dan Harbin Weike Biotechnology Development Company dari Tiongkok. Keduanya adalah produsen vaksin. Ada pun PT Biotis Prima sendiri, yang berdiri 2017, bergerak dalam produksi vaksin untuk ternak.
Vaksin Merah Putih dari Unair Surabaya ini juga bukan satu-satunya vaksin lokal yang akan masuk ke arena industri. Sejumlah lembaga riset, seperti Pusat Penelitian Bioteknoloogi (LIPI), lembaga Biologi Molekuler Eijkman, ITB, Unpad, dan UGM, juga sedang mengembangkan seed (bibit)–sebutan untuk bahan molekuler yang mengandung material genetik virus–untuk dikembangkan sebagai bahan aktif pada vaksin. Seed buatan Unair itu adalah produksi perdananya.
[indonesia.go.id]


Leave a Reply