karena kaki mereka berlari menuju kejahatan dan bergegas untuk menumpahkan darah. Amsal 1:16 (TB2)
Massa: “Kehadiran rumah ibadah di sini telah meresahkan kami !!!!
Suatu kalimat yang paling sering diucapkan ketika suatu pelarangan, penutupan ataupun pengrusakan suatu rumah atau gedung gereja terjadi. Alasannya ya itu-itu saja, “warga telah resah!’. Mengapa harus resah? Karena kegiatan keagamaan umat Kristen tidak menggunakan soundhoreg atau loudspeaker yang ditaruh di bagian atap gereja. Kegiatannya keagamaannya juga tidak menutup jalan. Memang aneh jika keresahan selalu dijadikan alasan.
Di Indonesia banyak wilayah-wilayah yang mayoritas pendudukan pemeluk agama Kristen. Namun tidak mempersoalkan sedemikian seriusnya ketika berdiri rumah ibadah atau kegiatan keagamaannya, dan ibadahnya yang gunakan corong loudspeaker yang melengking. Meski kadang hal tersebut juga meresahkan karena ributnya suara yang ditimbulkan, belum ada sekelompok massa umat Kristen yang berteriak “Hai kegiatan Anda telah meresahkan warga dan umat Kristen!”.
Harap diketahui bahwa pengertian resah itu parameternya apa? Apakah karena dengar suaranya? Lihat orangnya? Atau terganggu karena warna busana yang dipakainya? Apa parameternya resah itu? Karena kehadiran umat Kristen, apakah berdoa, bernyanyi atau beribadah, tidak pernah berniat mengganggu, kristenisasi atau paksaan dengan memberi uang, tidak sama sekali. Karenanya, betapa suatu ketentuan Undang-undang sudah sedemikian jelasnya, hanya karena alasan resah, maka semua itu tidak berlaku lagi. Bangsa ini akan selalu kerdil jika keresahan itu dibawa-bawa. Mengapa otaknya tidak digunakan?
Salam Injili,
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.
Ketua MAPER PGLII
Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply