Angkat Kiprah Penginjil Bumiputera Atau Penginjil Nusantara

Lanjut dengan nada semangat, Pdt. Gomar menekankan lagi, kalaupun mereka mempunyai kekayaan (misionaris luar,red), kita juga punya banyak kekayaan, cuman, kita yang menggadaikan kekayaan kita kepada negara-negara asing. Yang lebih berbahaya lagi menurutnya adalah, kita sekarang sangat tergantung kepada teologi baru yang lebih berakar kepada ke-Yahudian. Dikit-dikit Israel, seolah-olah Israel itu menjadi skalanya. Sudah banyak gereja dan media-media Kristen yang ikut dalam arus itu. “Kalau saya baca di media-media Kristen sekarang ini, banyak mengagungkan Israel. Karena iklan-iklannya lebih banyak travel biro ke Holyland. Ini juga tanpa disadari kawan kawan media sekarang ini, sedang menjadi alat dari sebuah aliran teologi baru yang disebut teologi tradisi. Menurut saya, ini sebuah warning juga buat kita semua”, tandasnya.

Satu warning lagi dari Pdt Gomar, bahwa di Papua dan Minahasa sudah mulai berkibar bendera sciencentik , menurutnya sama, media juga harus ikut mendidik tentang hal itu, tutup Gomar.

Diakhir kesempatan Yusuf Meminta pihak PGI agar menyampaikan kepada gereja gereja yang berbasis dengan suku Jawa agar memperkuat literasi tentang para tokoh tokoh penginjil jawa dapat membuatkan semacam gambar gambar penginjil serta karyanya di tempat tenpat gereja lokal atau pietilasan para penginjil tersebut sehingga jemaat dengan mudah mendapatkan informasi tentang sosok dan kiprah para penginjil nusantara. Dengan harapan menarik perhatian umat untuk berkunjung dan melakukan ziarah para penginjil asli anak negeri. [Mar’S]

READ  KMA Tentang Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*