/script>
“Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.” (Matius 24:33-34)
Tuhan Yesus akan datang segera. “Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!” (Wah. 22:7) Itu sebabnya Yesus menegaskan kepada kita, “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” (Mat. 24:42) Bahwa parousia atau kedatangan Tuhan Yesus akan benar-benar terjadi, karena Yesus sendirilah yang mengatakan hal itu. “Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.” (Mat. 24:30)
Namun yang menjadi diskusi adalah berkaitan dengan pernyataan Tuhan Yesus, “Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.” Apa yang dimaksud dengan “angkatan ini tidak akan berlalu …”? Apakah pengertian ini berkaitan kedatanganNya yang akan segera terjadi? Jika kedatanganNya yang kedua itu dikaitkan dengan “angkatan ini”, mengapa hal itu belum terjadi?
Berkaitan dengan pertanyaan ini, pandangan sesat “The Delay of the Parousia” dengan berani mengatakan bahwa Yesus, Paulus dan seluruh gereja mula-mula mengharapkan kedatangan Tuhan dengan “sangat segera”. Ternyata bahwa Yesus dan Paulus telah membuat kesalahan/ kekeliruan, karena sampai saat ini Yesus belum datang kembali. Pandangan “The Delay of the Parousia” ini benar-benar sesat.
Ataukah memang kedatangan Yesus sudah terjadi, seperti pandangan “Preterisme” yang menganggap bahwa nubuat tanda-tanda zaman dalam Khotbah di Bukit Zaitun telah digenapi pada tahun 70, ketika kota Yerusalem dihancurkan? Sehingga menurut mereka, kita tidak perlu menanti kedatangan Yesus kedua kali. Pandangan“Preterisme” ini pun adalah sesat.
Kita harus memahami bahwa ayat-ayat di atas adalah ayat-ayat yang tergolong “apocalytip discourse” atau ungkapan apokaliptis yang sulit.
Untuk memahaminya, kita dapat menyimak padangan H.N. Ridderbos dalam buku Coming of the Kingdom, berkaitan dengan komentarnya tehadap Markus 9:1. Kata-Nya lagi kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.”
- Tidak dapat diterima bahwa kata-kata Yesus ini hanya menunjuk pada parousia. Karena antara waktu di mana Yesus mengucapkan kata-kata ini dan parousia ada kebangkitan. Dan di dalam kebangkitan itu Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya sebagai Raja.
- Dalam pikiran para murid, kebangkitan Kristus dan parousia berkaitan erat. Nampaknya mereka berpikir bahwa kebangkitan Kristus tidak akan terjadi sebelum hari terakhir (Mark. 9:9-11)
- Kata-kata Yesus ini adalah ciri nubuatNya yang mengaitkan KebangkitanNya dan kedatanganNya yang kedua secara bersama-sama. Ia menubuatkan bahwa banyak di antara mereka yang mendengar kata-kataNya saat itu akan menyaksikan kebangkitanNya, dimana dalam arti tertentu merupakan manisfestasi Kerajaan Allah.
Selain pandangan Ridderbos di atas, pengertian “angkatan ini” atau “this generation” dalam Matius 24:34, harus dimengerti juga dalam pengertian kuantitatif hal ini dapat dilihat dalam Matius 23:35-36, “supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!”
Istilah angkatan ini, Yesus tujukan kepada orang Yahudi yang murtad bahwa “… mulai dari Habel, darah orang benar itu, sampai kepada Zakaria …, akan ditanggung angkatan ini.” Jadi istilah angkatan ini tidak boleh diartikan secara temporal (hanya menyangkut generasi para pendengar Tuhan Yesus saat itu), tetapi menunjuk kepada dosa masa lalu (Mat. 23:35) dan dosa-dosa pada masa yang akan datang (Mat. 23:34).
F.W. Grosheide mempunyai pandangan bahwa istilah angkatan ini memiliki makna manusia secara umum, sehingga dikatakan bahwa mereka akan tetap ada sampai parousia. Oleh karena itu “angkatan ini” dalam Matius 24:34, harus ditafsirkan secara kuantitatif, dimana Yesus ingin menunjukkan kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya dan murtad, bahwa mereka telah berbuat hal yang sama pada masa lampau, kemudian generasi para pendengar Tuhan Yesus saat itu, bahkan pada masa yang akan datang, yaitu termasuk orang-orang di masa kita hidup sekarang dan generasi yang akan datang. Jadi bukan dalam arti waktu secara temporal, waktu mana orang Yahudi hidup seangkatan dengan Yesus.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa kita menolak paham antara “Preterism” dan “The Delay of the Parousia.”
Kaum Injili akan tetap menantikan kedatangan Tuhan Yesus. Itu pasti dan segera. Oleh karena itu marilah kita terus memberitakan Injil, mewartakan berita keselamatan kepada suku-suku bangsa.
“Teruslah Bersekutu dan Memberitakan Injil!”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Leave a Reply