BENTURAN PANDANGAN ANTAR DENOMINASI GEREJA, APAKAH WAJAR?
“Ada berbagai pelayanan, tetapi satu Tuhan.” 1 Korintus 12:5 (TB2)
Kerap muncul pertanyaan yang didasari rasa ingin tahu, atau sebagai suatu kritik internal. Yaitu, mengapa gereja-gereja Kristen yang Tuhannya satu dan Alkitabnya sama, justru malah bertengkar karena banyaknya perbedaan yang terjadi. Misalnya, manakah baptisan yang benar? Apakah keselamatan akan hilang? Bolehkah dalam ibadah berbahasa roh? Mengapa di ibadah gereja K tepuk tangan sangat dilarang? Atau, gereja kami anti nubuatan dan penglihatan!. Dan beragam perbedaan yang kerap dipersoalkan.
Mengapa suatu kredo dalam keyakinan suatu denominasi gereja, justru menganggap denominasi yang berbeda sebagai sesuatu yang tidak Alkitabiah? Mungkinkah, berbagai perbedaan masing-masing denominasi gereja harus dianggap sebagai kekayaan dan keberagaman, dan bukan sebagai penyelewengan dari kebenaran Kristus. Satu contoh, seorang pendeta dari suatu denominasi gereja tertentu, karena harus berpindah wilayah pelayan, maka si pendeta berniat bergabung melayani di denominasi gereja yang hanya satu-satunya di wilayah tersebut, tetapi ternyata dari pihak denominasi tersebut menegaskan si pendeta harus ikuti pendidikan dari dasar, dan harus dibaptis ulang karena baptisan di gereja asal tidak diakui. Benturan pandangan antar denominasi gereja, apakah wajar ?
Rasul Paulus menegaskan banyaknya berbagai pelayanan, sebenarnya satu Tuhan, jadi terimalah perbedaan yang terjadi memang sebagai kekayaan. Semoga banyak hal yang tidak wajar, hanya karena peberdaan yang tidak substansial dapat diselesaikan. Selama suatu denominasi menjalani kredo sesuai Alkitab, terimalah sebagai suatu kekayaan.
Salam Injili,
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.
Ketua MAPER PGLII
Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Leave a Reply