DEMOKRASI = TYRANNY MAJORITY. KRISTEN = BERITAKAN INJIL
![]()
“Tunduklah, karena Tuhan, kepada semua lembaga manusia, baik kepada Kaisar sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi…” 1 Petrus 2:13 (TB2)
Percakapan di warung-warung kopi bilang, “demokrasi itu, siapa yang paling banyak (majority) terpilih dialah yang berkuasa“. Siapa yang berkuasa mengatur keputusan politik dan keputusan politik adalah keputusan hukum, maka hukum itu selalu sesuai dengan keputusan politik dari yang majority.
Keputusan hukumnya selalu sama, yang majority itu “selalu” merugikan kelompok yang sedikit (minority). Maka, yang majority selalu mendominasi yang minority (tyranny majority) di segala bidang. Di Indonesia meski UUD 1945 menyebut Presiden itu harus dari warga negara Indonesia, tetap saja yang minority meski warga negara Indonesia belum bisa terpilih. PBM No 9 dan No 8 Tahun 2006 itu berlaku untuk semua agama, tetapi yah peraturan itu hanya untuk membatasi yang minority.
Serunya, dari sinilah dibentuk persepsi ketatanegaraan suatu sistem pemerintahan demokrasi sama dengan tyranny majority, yang hanya memikirkan ideologi perjuangannya, tanpa memikirkan perjuangan si minority juga punya andil besar dan banyak, termasuk berjuang untuk kemerdekaan dan berkarya di saat merdeka.
Memang tidak perlu buru-buru heran, karena bagi yang sedikit “akan selalu berteriak itu tidak adil!”, “kami tidak diberi porsi di segala bidang!”. Eh Bestie, tidak usah heran kale, kalau yang menang pemilu eksekutif (Presiden, Wapres, Menteri, Lembaga Negara) dan legislatif (DPR, DPRD, DPD) dari kelompok religi/agama, Islam radikal, dan bukan dari nasionalis lagi, siap-siap deh Bestie, tyranny majority makin gila jadi dictator tyranny majority dan elu bestie gak bisa ape-ape lagi, banyak larangan dan hukumannya.
Kekristenan tidak mengenal majority dan minority, atau terganggu dengan SARA yang faktanya memang berbeda-beda. Jangan pernah berkawan dengan kelompok mayoritas yang berkuasa namun menganiaya kelompok minoritas. Namun, di situlah letak kesempatannya bahwa umat Kristen di Indonesia tidak perlu menghiraukan mayo atau mino, tetapi semakin yang berkuasa itu semakin tirani, tunduk kata Tuhan, namun beritakan Injil keselamatan meski lapas-lapas akan dipenuhi para pemberita Injil yang berani bayar harga. Tetapi akan banyak dari yang mayo berbalik pada Kristus.
Salam Injili,
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.
Ketua MAPER PGLII
Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia



Leave a Reply