DOA TIDAK MENGENAL ALIRAN GEREJA

/script>

Matius 6:9 (TB) Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu,

Doa dan berdoa adalah kegiatan yang berhubungan langsung dengan Tuhan. Setiap agama berdoa, demikian juga di kalangan Kekristenan.

Berdoa adalah suatu momentum yang indah karena orang yang berdoa diperkenan berkomunikasi dengan Bapa di surga tanpa dibatasi apa pun“.

Berdoa dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan dalam bahasa apa saja, dari anak-anak hingga orang tua. Pendeta pun tidak dapat mengklaim hanya dirinya saja yang berhak berdoa.

Tetapi ada juga yang beranggapan berdoa itu harus hening dan tenang, tetapi yang lain beranggapan sebaliknya berdoa harus diucapkan dengan suara yang terdengar.

Sebaiknya hal ini tidak perlu didebatkan. Lebih dari itu, jangan ada pihak mana pun yang mengatakan “doa seperti ini ciri khas aliran gereja kami!” yang lain  “doa itu ciri khas gereja dia!”

Dalam hal ini pun, doa tidak perlu dikotak-kotakkan atau didampuk sebagai aliran gereja tertentu.

Doa dan berdoa berada bebas dari ikatan berbagai denominasi gereja A, B atau C! Karena hakikat berdoa, seseorang atau lebih sedang berbicara kepada Bapa di surga, apakah dengan suara lisan atau dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Salam Injili 

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

READ  Gereja Itu Rumah Doa Bukan Rumah Bisnis

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*