ETIKA INJILI DAN NILAI-NILAI DI PGLII (VIII)

/script>

“ETIKA INJILI DAN NILAI-NILAI DI PGLII” – “PENGELOLAAN DAN PELAPORAN KEUANGAN YANG TRANSPARAN DAN JUJUR” (Bag VIII)

AD PGLII Pasal 6 Usaha:
Untuk mencapai Tujuan seperti tersebut di atas, maka PGLII berusaha:
1.Membela dan meneguhkan teologi dan etika Injili sesuai kemurnian asas Injili berdasarkan Alkitab.

“Entitas keagamaan seperti gereja dan lembaga Kristen dinilai baik dan beritegritas ketika pengelolaan dan laporan keuangan dibuat terbuka, transparan dan jujur”

Tiga contoh kasus terjadi,

1) seorang gembala yang menggunakan keuangan gereja yang sangat besar untuk bisnis pribadinya, dan ketika diketahui jemaat ia tidak dapat mengembalikannya. Masalahnya sedang diselesaikan secara hukum;

2) seorang pendeta pemegang kendali kas keuangan dari suatu gereja yang terbukti menggunakan uang kas untuk kepentingan pribadi namun saat buat laporannya uang tersebut seakan dikeluarkan untuk kepentingan gereja dan tugas pelayanan. Pendeta tersebut telah diberhentikan.

3) suatu lembaga yang mengirim ratusan guru-guru ke Papua, seorang pendeta yang dipercaya untuk bertanggung jawab justru memotong honor guru-guru tersebut selama beberapa tahun untuk membeli rumah, mobil dan lain sebagainya.

Penggunaan dan laporan keuangan yang tidak jujur sering dijumpai juga di berbagai pelayanan Kristen, bukan karena sistemnya yang salah tetapi karena faktor siapa yang memegang kendali atas keuangan tersebut? Jika pemegang kendali atas keuangan adalah orang-orang yang menjaga etika Kristen, memiliki integritas dan kejujuran, maka pengelolaan dan pelaporan keuangan menunjuk pada tanda-tanda berkat Kristus.

Karena itu di PGLII, terutama para pengurus, yang dipercaya memegang kendali atas keuangan haruslah orang-orang berpegang tinggi pada etika Injili dan nilai-nilai yang telah dibangun sejak berdirinya.

Prinsip-prinsip pengelolaan dan pelaporan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan PGLII harus diletakkan lebih utama dari kebutuhan para pengurus. Pengurus di PGLII melakukan pelayanan yang bersifat operasional mengandalkan uang iuran dari anggota. Maka meski hanya satu rupiah saja yang digunakan, pelaporannya dibuat sejujurnya.

READ  Ayah Membangun Hubungan Yang Sehat Dengan Anak dan Istri

Alkitab katakan, cinta akan uang akar dari segala kejahatan, karena memburu uang lah banyak orang terseret berbagai kesusahaan, menyalahgunakan kebijakan uang pasti merusak kepercayaan dan etika Injili. Kepercayaan selalu dinilai dari sisi bagaimana seorang dapat dipercaya melalui uang, jika gagal dan akhirnya tidak dipercaya lagi, mungkinkah pelayanannya masih bisa dipercaya? Jawabnya tidak!

Success story seorang hamba Tuhan juga dinilai dari hal jejak-jejak keuangan!

 

Salam Injili,

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketua MAPER PGLII

Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*