Gereja Yang Memuridkan Akan Mengutus Orang (4)

Jakarta, legacynews.id – Gereja tidak hanya dipanggil mengumpulkan orang. Gereja dipanggil memuridkan dan memberitakan Injil. Penginjilan membuka pintu kepada Kristus. Pemuridan membentuk hidup dalam ketaatan kepada Kristus.

Matius 28:19-20 memberi mandat yang tidak boleh dilemahkan. Yesus berkata, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.”

Amanat ini memuat beberapa gerak. Gereja pergi. Gereja menjadikan murid. Gereja membaptis. Gereja mengajar ketaatan. Jadi, Amanat Agung bukan hanya ajakan mengisi kursi gereja. Amanat Agung adalah perintah membentuk murid yang taat.

Gereja perlu berhati-hati. Jika penginjilan berhenti pada keputusan sesaat, orang dapat mengenal informasi tentang Kristus tanpa dibentuk menjadi murid. Jika pembinaan internal tidak bergerak keluar, gereja dapat menjadi komunitas nyaman yang lupa kepada dunia. Alkitab menyatukan keduanya.

Roh Kudus dan Kesaksian Jemaat

Kisah Para Rasul 1:8 berkata, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Kesaksian gereja tidak lahir dari kemampuan manusia saja. Kesaksian lahir dari kuasa Roh Kudus. Namun kuasa Roh tidak membuat jemaat diam. Kuasa Roh mengutus jemaat. Dari rumah ke lingkungan. Dari kota ke bangsa. Dari komunitas sendiri ke mereka yang berbeda.

1 Petrus 2:9 memberi identitas yang kuat. Jemaat disebut “bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.” Tujuannya jelas, “supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia.”

READ  PGLII Menjaga Api Injil Terus Menyala

Identitas menghasilkan proklamasi. Orang percaya memberitakan karena ia telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang Allah. Penginjilan bukan beban asing. Penginjilan adalah buah identitas.

Unsur Amanat

Dasar Alkitab

Wujud Praktis

Pergi Matius 28:19 Jemaat keluar dari zona nyaman dan hadir di tengah masyarakat
Menjadikan murid Matius 28:19 Gereja membina orang menjadi pengikut Kristus yang taat
Mengajar ketaatan Matius 28:20 Firman diterapkan dalam keluarga, kerja, etika, dan pelayanan
Menjadi saksi Kisah Para Rasul 1:8 Jemaat menyatakan Kristus melalui perkataan dan hidup
Memberitakan karya Allah 1 Petrus 2:9 Jemaat menceritakan anugerah dan perbuatan besar Allah

Penginjilan yang Utuh

Penginjilan bukan sekadar acara. Penginjilan adalah gaya hidup. Jemaat bersaksi melalui kata yang benar, kerja yang jujur, relasi yang penuh kasih, keberanian menjelaskan iman, dan kepekaan melayani kebutuhan manusia.

Matius 5:16 berkata, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Perbuatan baik tidak menggantikan berita Injil. Perbuatan baik meneguhkan kesaksian Injil. Hidup yang baik membuka ruang kepercayaan. Kata yang benar menjelaskan dasar iman.

Jonathan Leeman menjelaskan bahwa misi bukan sekadar salah satu program gereja. Misi berkaitan dengan hakikat gereja sebagai umat yang diutus Allah. Pernyataan ini penting. Gereja tidak boleh menempatkan misi di pinggir. Misi harus menyentuh ibadah, pengajaran, keluarga, pelayanan sosial, pendidikan, dan kepemimpinan.

Pemuridan yang Membentuk Ketaatan

Pemuridan menolong orang percaya belajar menaati Kristus. Pemuridan bukan hanya kelas. Pemuridan adalah proses hidup. Di dalamnya ada pengajaran, teladan, koreksi, doa, pembiasaan, pelayanan, dan pengutusan.

Ulangan 6:5-7 menegaskan pola pemuridan harian. Firman diajarkan dalam ritme hidup, bukan hanya dalam pertemuan resmi.5 Ini berarti gereja perlu melibatkan keluarga. Orang tua perlu menjadi pelaku pemuridan. Pemimpin gereja perlu mendukung keluarga agar menjadi ruang pertumbuhan iman.

READ  KESATUAN DENGAN KRISTUS: KESATUAN SPIRITUAL

Gereja yang taat kepada Kristus tidak dapat mengabaikan penginjilan dan pemuridan. Keduanya satu napas. Penginjilan membawa orang kepada Kristus. Pemuridan membentuk orang hidup dalam Kristus. Gereja yang hanya mengumpulkan orang belum tentu memuridkan. Gereja yang memuridkan akan mengutus orang.

Pertanyaan bagi kita jelas. Siapa yang sedang kita doakan agar mengenal Kristus? Siapa yang sedang kita dampingi agar bertumbuh sebagai murid? Apakah keluarga kita menjadi ruang pemuridan?

Pada seri terakhir, kita akan membahas panggilan jemaat menjadi surat Kristus dan menampilkan karakter seperti Kristus.

 

Pro Ecclesia Et Patria

Antonius Natan

Dosen STT Kadesi Yogjakarta | Ketua Komisi Infokom PGLII

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*