Hati-hati Dengan Medsos; Tidak Semua Isi yang Ada Benar

Henri Subiakto menambahkan, pelbagai hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, dan ideologi radikal yang berkelindan di media sosial pada akhirnya memicu provokasi di masyarakat. Dampaknya masyarakat jadi terbelah, merusak tatanan demokrasi, menciptakan konflik sosial hingga perang yang berujung pada kehancuran suatu negara.

Situasi tersebut bisa dicegah bila generasi muda dan kalangan milenial aktif di media sosial secara cerdas dan produktif. Menjaga NKRI dan Pancasila dengan narasi positif di dunia digital maupun di dunia nyata.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar memandang Indonesia memerlukan kesiapan khusus yang memadai di era digital yang begitu cepat berubah ini. “Apa yang harus kita siapkan untuk menang dalam pertempuran dunia digital? Setidaknya perlu ada tiga syarat utama,” kata anggota Komisi I DPR itu, Kamis (21/4/2022).

Syarat yang pertama, menurut Cak Imin, adalah menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang andal. Ia menilai, kesadaran serta kemampuan dan kapasitas SDM di bidang teknologi informasi perlu dilakukan upgrade secara menyeluruh.

“Tentunya ini butuh investasi besar dari kita semua. Khususnya dari pemerintah dan negara, khususnya pada kurikulum kita harus menambah skills di bidang teknologi informasi,” ujarnya.

Muhaimin menerangkan, anggaran pendidikan harus mengarah pada peningkatan kapasitas teknologi informasi. Sehingga, ke depannya bisa melahirkan para pakar dan ahli di bidang digital. Jadi, masyarakat tidak selalu menjadi konsumen produk digital asing.

Lebih lanjutnya, syarat kedua yang perlu disiapkan adalah teknologi. “Nah, teknologi ini butuh dipersiapkan. APBN dan APBD harus mendorong itu semua, sehingga accessible kita mudah, cepat, dan murah. Ini yang sedang saya perjuangkan juga,” ujarnya.

Dosen Universitas Merdeka Madiun Sasongko menambahkan, beberapa tips menggunakan medsos yang beretika agar tidak tersandung kasus hukum maupun konflik di masyarakat. Pertama, menjaga informasi yang bersifat privasi. Kedua, menjaga etika berkomunikasi. Ketiga, bijak dalam memilih teman di medsos. Empat, jangan asal menggunggah konten. Serta kelima, rajin mencari kebenaran dan mencantum sumber konten ketika membagikan konten di medsos.

READ  Tradisi Van Kur Kurat Salah Satu Kearifan Lokal di Ohoi

[indonesia.go.id]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*