Injil Tidak Butuh Orang Yang Merasa Dirinya Hebat

<

“…. karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” 2 Petrus 3:9 

Pekabaran Injil dimulai dari hati Allah yang tidak menghendaki satu orang pun binasa. Dan semua orang yang diselamatkan dalam Kristus, dimulai dari kebenaran “karena begitu besar kasih Allah bagi dunia ini…”.

Tegas dan jelas, misi Allah di dalam Amanat Agung diinisiasi Allah sendiri. Jika seseorang menerima mandat untuk memberitakan Injil, ia akan dikaruniakan Allah untuk mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang.

Karena itu, memberitakan Injil bukan sedang menyebar ilmu atau pengetahuan belaka, tetapi kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang berdosa.

Kerap kali terjadi adanya orang-orang yang beritakan Injil merasa dirinya mampu dan piawai, bahkan terlalu sering mendidik banyak orang untuk beritakan Injil.

Kebenaran memberitakan Injil, haruslah didasari atas kasih dan kerinduan orang lain diselamatkan dalam Kristus.

Maka dengan demikian, kebutuhan atas memberitakan Injil dan karena mengasihi, akan memunculkan pemberitaan Injil kepada suami atau isteri atau anak atau oma dan opa, kepada tetangga, kawan, relasi dan siapapun yang belum diselamatkan.

Jelasnya, orang yang merasa dirinya hebat tidak akan berbuat apa-apa untuk Injil, tetapi orang yang mengasihi jiwa-jiwa agar tidak binasa, tidak akan berhenti beritakan Injil.

Salam Injili

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

 

READ  Injil Menggerakkan Pelaksana Amanat Agung 'Pergi'

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*