Jesus knows not only WHAT we do but WHY we do it

“Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: ‘Rabi, kapan Engkau tiba di sini?’ Yesus menjawab mereka, ‘Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kenyang.’” (Yoh. 6:25-26)
Seharusnya Yesus senang ketika orang banyak datang kepada-Nya, namun ternyata tidak selalu demikian. Karena, Yesus tahu apa yang menjadi motif mereka datang kepada Yesus. Yesus bukan hanya melihat kedatangan mereka, tetapi Ia menyelidik tiap hati mereka, MENGAPA mereka datang kepadaNya? Dalam ayat Firman Tuhan di atas, Yesus menegaskan mereka datang karena mereka telah makan roti dan kenyang. Karena sebelumnya Yesus membuat mujizat dengan memberi makan lima ribu orang. (Yoh. 6:1-15)
Yesus tahu bukan hanya apa yang kita lakukan, tetapi mengapa kita lakukan itu (Jesus knows not only what we do but why we do it)
Motivasi seseorang itu penting bagi Yesus. Dan Yesus melihat di kedalaman hati tiap-tiap orang yang mau datang kepada-Nya. Dalam teks kedua ayat di atas, tampak tiga alasan mengapa mereka datang kepada Yesus:
  1. Roti yang diberikan Yesus itu adalah “Full Meal’s” dan mereka kenyang. Ini adalah gambaran orang yang berorientasi pada perut.
  2. Roti yang diberikan Yesus itu adalah makanan yang paling enak. Jadi mereka puas. (Contoh seperti Yesus mengubah air menjadi anggur yang terbaik) Manusia yang hanya sampai kepada kesenangan, kepuasan. Jika tidak memuaskan lagi, mereka mundur
  3. Roti yang diberikan Yesus itu adalah gratis. Bagi mereka tidak perlu sulit-sulit bekerja untuk mendapat makanan. Gambaran orang yang mencari-cari jalan mudah dan gampangan.
Oleh karena motivasi mereka datang kepada Yesus seperti di atas, maka Yesus menegaskan kepada mereka bahwa mereka harus percaya kepada Yesus. Tanggapan mereka tidak diharapkan Yesus. Malahan mereka berkata, “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Apakah yang Engkau kerjakan? (ay. 30) Kemudian terjadi dialog mereka dengan Yesus.
Ketika Yesus menegaskan: “Akulah roti kehidupan. Siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi, (ay. 35) dan beberapa perkataan lainnya tentang “Dia adalah Roti Kehidupan”, maka akhirnya banyak murid-Nya yang mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia. (ay. 66) 
Sekali lagi yang patut kita renungkan, bahwa Yesus tahu bukan hanya apa yang kita lakukan, tetapi mengapa kita lakukan itu. Motivasi kita mengikuti atau melayani Yesus menjadi hal terpenting dalam kehidupan dan pelayanan kita. Memang kita telah melakukan dan berjerih lelah dalam pelayanan kita, tetapi apakah kita melayani hanya untuk menguntungkan diri sendiri, supaya dapat membanggakan diri, supaya semakin dikenal dsb.? Marilah kita terus menguji hati kita dalam melayani Tuhan. Kiranya kita didapati sebagai hamba yang hanya ingin menyenangkan Tuhan kita Yesus Kristus.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia
READ  Yesus Mau Ditangkap Bukan Lari Tetapi Maju!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*