KALAUPUN SELURUH ISI ALKITAB ADALAH MUJIZAT KESEMBUHAN,
YESUS TIDAK DATANG UNTUK HAL ITU!
Markus 7:34 (TB) Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!”, artinya: Terbukalah!
Bukan hal yang baru, jika banyak orang mau percaya pada Yesus jika Ia melakukan mujizat.
Dan karena itu banyak pula hamba-hamba Tuhan yang selalu menjanjikan mujizat kesembuhan ilahi di setiap ibadah maupun Kebaktian Kebangunan Rohani.
Seakan mujizat kesembuhan ilahi adalah hal yang paling utama dalam pelayanan.
Jangan salah paham, renungan ini tidak menolak mujizat kesembuhan ilahi.
Tetapi, apakah tujuan dari mujizat kesembuhan ilahi yang selalu dikhotbahkan dengan berapi-api itu?
Jika mujizat kesembuhan ilahi adalah tujuan utama, bukankah, dan ini adalah fakta, banyak orang yang alami mujizat kesembuhan ilahi, namun kehidupannya tidak ada perubahan?
Tidak juga menjadi pengikut Kristus yang setia.
Mujizat kesembuhan ilahi hanya suatu sarana, demonstrasi kuasa Kristus, tetapi itu harus sampai pada keselamatan dan hidup kekal dalam Kristus.
Ingat, semua orang yang alami mujizat mati juga!
Maka mujizat kesembuhan ilahi bukanlah tujuan utama, apalagi ada juga yang ingin beri kesan, jika siapa bisa buat mujizat jauh lebih hebat daripada yang tidak bisa buat mujizat.
Yang parah, jika mujizat justru dijadikan alat agar orang datang ke suatu ibadah atau KKR, dan bukan Yesus Tuhan Juruselamat Agung itu!
Tuhan Yesus melayani dengan melakukan berbagai mujizat, tetapi Ia juga memberitakan Injil, mengajarkan hidup yang sesuai sebagai warga negara Kerajaan Surga dan hidup kekal bersama-Nya!
Salam Injili
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply