Makna Bagi Umat Kristen Katolik Mengubah Sebutan Di Kalender

MAKNA BAGI UMAT KRISTEN – KATOLIK, PEMERINTAH MENGUBAH

SEBUTAN ISA ALMASIH MENJADI YESUS KRISTUS

 “… Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, …” Matius 1:21 (TB2)

Umat Kristen dan Katolik setidaknya memiliki empat Hari Raya Keagamaan yang masuk Kalender Libur Nasional; Natal, Wafat Isa Almasih, Paskah dan Kenaikan Isa Almasih. Meskipun masih ada lagi hari raya keagamaan lainya.

Pada 12/9/2023, Pemerintah, melalui Menko Bidang Pembangunan Manusiaan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dalam keterangan persnya menyebut:

“Pemerintah akan mengubah istilah Isa Almasih menjadi Yesus Kristus. Akan ada perubahan nomenklatur atas usulan Kementerian Agama terkait dari istilah, yaitu Isa Almasih akan diubah menjadi Yesus Kristus,” Kemenag akan menyiapkan peraturan presiden untuk perubahan nomenklatur yang dimaksud.”

Jika tidak ada penolakan dari pihak tertentu, dapat dipastikan Kalender Libur Nasional Tahun 2024, akan tertulis: Wafat Yesus Kristus, Kenaikan Yesus Kristus.

Apa makna bagi umat Kristen dan Katolik di Indonesia dengan perubahan istilah tersebut? Maknanya adalah,

  1. Inilah Hari Raya Keagamaan yang dirayakan secara nasional sesuai dengan keyakinan umat Kristen-Katolik Indonesia.
  2. Masyarakat Indonesia mengetahui dan mengakui bahwa Yesus Kristus benar-benar mati. Ia tidak pingsan atau diganti oleh orang lain. Dan Yesus Kristus yang mati benar-benar bangkit, dan naik ke surga.
  3. Ucapan Selamat di Hari Raya itu, akan menyebut: “Selamat Hari Kelahiran Yesus Kristus!”; “Selamat Mengenang Kematian Yesus Kristus!”; “Selamat Merayakan Kebangkitan Yesus Kristus”; dan “Selamat Merayakan Kenaikan Yesus Ke surga!”.

Hal ini adalah buah dari perjuangan panjang berbagai pihak sebelumnya, dan kini Indonesia menerima dan mengakui keberadaan istilah Yesus Kristus. Kabar Baik semakin dibuka di Indonesia.

READ  TRANSPARAN DI HADAPAN ALLAH DAN MANUSIA

Penginjilan harus ditingkatkan secara bersama, juga melalui penyebutan kalender libur nasional, Injil dapat diberitakan.

Semua perayaan hari keagamaan umat Kristen-Katolik menegaskan Yesus Kristus bukan manusia biasa, Dia Manusia dan Dia Allah sepenuhnya.

Penginjilan tidak perlu lagi secara terpaksa, atau gunakan pendekatan kontekstual, menyebut nama Isa Almasih, tetapi secara terbuka dapat menyebut Yesus Kristus.

Karena semua sebutan itu tertulis di kalender libur nasional dan dikeluarkan setiap tahun oleh pemerintah.

Salam Injili.

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*