Makna Tongkat Jubileum HUT Ke 50 PGLII

<

“TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat” Keluaran 4:2

 

Kisah tongkat Musa yang tertulis di dalam Alkitab sangat terkenal. Pada saat Musa terus berdalih di hadapan Allah, karena Musa diutus bebaskan bangsa Ibrani/Israel yang kira-kira 400 tahun tertindas sebagai bangsa budak di Mesir.

Allah bertanya apa yang Musa pegang, Musa menjawab tongkat, lalu Allah menyuruh melemparkan tongkat tersebut ke tanah, dan berubah menjadi ular. Ada beberapa tafsir tentang kisah tongkat Musa, antara lain sebagai tanda Musa akan memimpin bangsa pilihan Allah dengan kuasa dan penyertaan-Nya menuju Tanah Perjanjian.

Tongkat Musa sebagai simbol kepemimpinan dan kuasa!

Di momentum Ibadah Syukur dan Perayaan Jubileum HUT Ke-50 PGLII, saya sebagai Ketua Umum yang mewakili seluruh Anggota dan Pengurus, memberi sebuah “Tongkat Jubileum” yang tertulis “Jubileum HUT Ke-50 PGLII” kepada para Pendiri yang diwakili dan diterima Oma Manis atau Ibu Henriene Mone, isteri Pdt. Dr. Petrus Octavianus (alm) yang juga pendiri PGLII/PII.

Diberikannya Tongkat Jubileum kepada Oma Manis karena berdirinya PGLII 50 tahun yang lalu di YPPII kota Batu, Jawa Timur di tempat Pdt. Dr. Petrus Octavianus.

Apa makna Tongkat Jubileum? Tongkat Jubileum sebagai suatu simbol/ cendera mata bahwa hingga PGLII berusia 50 tahun, kepemimpinan kaum Injili di PGLII yang dimotori Majelis Pertimbangan masih tetap eksis, yakni tetap setia mengobarkan Api Injil Terus Menyala sebagai pesan bahwa Amanat Agung tidak pernah berhenti hingga Tuhan Yesus Datang Kembali.

Tongkat Jubileum adalah simbol bahwa GERAKAN misi dan penginjilan yang dimulai dari kota Batu terus hidup di dalam dan melalui para pemimpin yang memimpin dengan kuasa Roh Kudus  tetap setia menjaga motto PGLII “Dipanggil Untuk Bersekutu dan Beritakan Injil”.

READ  Pertanyaannya; Berapa banyak Jumlah Penginjil?

Doa dan harapan saya, simbol dari Tongkat Jubileum jangan berada atau jatuh ke tangan yang salah, yang hanya memanfaatkan PGLII sebagai batu loncatan atau mencari keuntungan diri sendiri, tidak berani beritakan Injil, bahkan takut terhadap ancaman.

Tongkat Jubileum dipersembahkan oleh Pdt. Yewin Tjandra pengurus PGLII dari kota Palu, suatu kota yang luluh lantak diterjang tsunami, likuefaksi dan gempa! Dari kondisi kota yang pernah hancur, Tongkat Jubileum dipersembahkan.

Salam Injili

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*