![]()
Jakarta, legacynews.id – Banyak orang mengalami momen perjumpaan dengan Tuhan Yesus Kristus. Namun, perjumpaan ini hanyalah awal dari perjalanan yang lebih dalam dan bermakna, yaitu mengenal Tuhan. Mengenal Tuhan Yesus Kristus bukan sekadar pertemuan sesaat, melainkan sebuah proses yang memperdalam relasi dengan-Nya. Proses ini melibatkan transformasi hati dan jiwa, pemahaman akan kehendak-Nya, serta penemuan panggilan hidup yang sejati.
Contoh perjumpaan yang mengubah hidup seseorang. Misalnya, perjumpaan Saulus dengan Yesus di jalan menuju Damaskus (Kisah Para Rasul 9:3-6) yang mengubahnya menjadi rasul Paulus. Perjumpaan ini adalah momen transformatif yang membuka jalan bagi hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan.
Namun, perjumpaan ini bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, ini adalah undangan untuk mengenal Tuhan lebih dalam. Seperti yang dikatakan dalam Yesaya 43:21, “Umat yang Kuciptakan bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.” (אֵלֶּה עַם־קָנִיתִי לִי תְּהִלָּתִי יְסַפֵּרוּ). Manusia yang mengenal Tuhan memahami kehendak-Nya, menemukan panggilan hidupnya, dan menjadi bagian dari rencana-Nya. Perjumpaan dengan Tuhan adalah panggilan untuk menjadi bagian dari rencana-Nya dan memberitakan kemasyhuran-Nya.
Perjalanan yang Memperdalam Relasi
Mengenal Tuhan adalah perjalanan yang memperdalam relasi dengan-Nya. Ini bukan hanya tentang wawasan intelektual, tetapi tentang transformasi hati dan jiwa. Dalam proses ini, seseorang belajar untuk memahami kehendak Tuhan dan hidup dalam damai sejahtera yang berasal dari-Nya. Seperti yang dinyatakan dalam Yeremia 29:11 (TB) “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”. (כִּי אָנֹכִי יָדַעְתִּי אֶת־הַמַּחְשָׁבוֹת אֲשֶׁר אָנֹכִי חֹשֵׁב עֲלֵיכֶם נְאֻם־יְהוָה מַחְשְׁבוֹת שָׁלוֹם וְלֹא לְרָעָה לָתֵת לָכֶם אַחֲרִית וְתִקְוָה) Mengenal Tuhan berarti memahami rancangan-Nya dan hidup dalam damai sejahtera yang berasal dari-Nya.
Transformasi hati dan jiwa ini melibatkan perubahan cara pandang dan cara hidup. Seseorang yang mengenal Tuhan tidak hanya menghidupi panggilan-Nya, tetapi juga meresonansikan keberadaan-Nya dalam dirinya. Ini berarti membagikan kasih-Nya kepada dunia dan mewartakan kebenaran-Nya.
Kitab Suci memberikan banyak referensi yang mendukung pemahaman tentang mengenal Tuhan. Selain Yesaya 43:21 dan Yeremia 29:11, Efesus 2:10 juga memberikan wawasan penting: “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”. (αὐτοῦ γάρ ἐσμεν ποίημα, κτισθέντες ἐν Χριστῷ Ἰησοῦ ἐπὶ ἔργοις ἀγαθοῖς, οἷς προητοίμασεν ὁ θεὸς, ἵνα ἐν αὐτοῖς περιπατήσωμεν) Mengenal Tuhan membawa manusia kepada tujuan hidup yang sejati, yakni melakukan pekerjaan baik yang telah dirancang Allah.
Mengenal Tuhan Yesus Kristus membawa seseorang kepada penemuan dan mengaktivasi tujuan hidup yang sejati. Ini berarti hidup sesuai dengan panggilan Tuhan dan melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan-Nya. Dalam proses ini, seseorang menemukan makna hidup yang lebih dalam dan hidup dalam damai sejahtera yang berasal dari Tuhan.
Resonansi Keberadaan Tuhan
Seseorang yang mengenal Tuhan Yesus Kristus tidak hanya hidup dalam panggilan-Nya, tetapi juga meresonansikan keberadaan-Nya dalam dirinya. Ini berarti membagikan kasih dan kebenaran Tuhan kepada dunia. Dalam kehidupan sehari-hari, ini dapat diwujudkan melalui tindakan kasih, pelayanan kepada sesama, dan kesaksian tentang kebenaran Tuhan.
Mengenal Tuhan Yesus Kristus mengarahkan seseorang kepada kehidupan yang bermakna, selaras dengan kehendak-Nya. Ini berarti menjadi saksi nyata atas kebesaran-Nya di dunia, menjaga api Injil terus menyala, melaksanakan mandat budaya, dan mandat ilahi yaitu Amanat Agung dengan memuridkan bangsa-bangsa. Dalam proses ini, seseorang tidak hanya mengalami transformasi pribadi, tetapi juga berkontribusi pada transformasi dunia di sekitarnya.
Mengenal Tuhan Yesus Kristus adalah proses yang berbeda dari sekadar berjumpa dengan-Nya. Ini adalah perjalanan yang memperdalam relasi dengan Tuhan, melibatkan transformasi hati dan jiwa, serta penemuan panggilan hidup yang sejati. Dalam proses ini, seseorang belajar untuk hidup dalam damai sejahtera yang berasal dari Tuhan, membagikan kasih dan kebenaran-Nya kepada dunia, melalui pelayanan penginjilan, menjaga api Injil terus menyala dan menjadi saksi nyata atas kebesaran-Nya. Oleh karena itu, mengenal Tuhan adalah aspek penting dalam kehidupan sehari-hari yang membawa kepada kehidupan yang bermakna dan selaras dengan kehendak-Nya.
Pro Ecclesia Et Patria
Antonius Natan | Dosen | Fasilitator Bapa Sepanjang Kehidupan

Leave a Reply