PEMBERITAAN INJIL DI TENGAH PERSIAPAN PERANG BESAR ANTAR BANGSA
Matius 24:14 TB2, “Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah kesudahan tiba.”
Khotbah Yesus di Matius 24-25, banyak memperingatkan manusia tentang situasi akhir zaman yang akan terjadi di dunia. Antara lain orang percaya akan mendengar kabar perang, bangsa bangkit melawan bangsa, gempa bumi, kelaparan, kasih akan menjadi dingin, manusia akan saling menyerahkan dan membenci di antara sesamanya.
Gereja yang berpusat pada Kristus tidak mengajarkan bahwa akhir dunia akan kembali ke awal Taman Eden tanpa dosa, tetapi sebaliknya justru dunia menuju “langit dan bumi akan lenyap” dan “kedatangan Kristus kembali”.
Apakah ucapan Yesus di Matius 24 telah digenapi ketika PD I dan PD II? Jika dikaitkan dengan eskalasi yang dikatakan Yesus, suatu tanda yang patut perhatian yaitu Injil Kerajaan diberitakan di seluruh dunia, perang besar antar bangsa masih di depan!
Dengan demikian, ketika perang besar antar bangsa, dalam hubungannya dengan akhir zaman benar-benar terjadi, pasti Kristus menyiapkan para penginjil untuk bangkit berdiri secara militan terlibat aktif memberitakan Injil di tengah situasi yang serba susah.
Perang, gempa bumi, kelaparan, penyakit, saling menyerahkan dan saling membenci, pastilah Injil Kerajaan akan diberitakan menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa. Manakah yang dipilih? Menjadi korban konyol dari masa kesusahan besar atau menjadi mitra Kristus beritakan Injil Kerajaan?
Pastikan Anda yang membaca artikel singkat ini, berada di pihak yang terlibat di pemberitaan Injil Kerajaan! Bangsa-bangsa berperang Injil tidak akan libur.
Salam Injili
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply