INJIL MEMBUAT KITA BERDIRI DAN BICARA LANTANG

INJIL MEMBUAT KITA BERDIRI DAN BICARA LANTANG,

KETIKA YANG BANYAK MEMAKSA KITA DIAM!

Kisah Para Rasul 18:9 (TB) “…. ” *Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!* “..

Seringkali, di antara kelompok masyarakat yang tidak terbuka pada Kekristenan, bahkan selalu sulit memberi ijin berdirinya gereja, injil tidak lantang di suarakan.

Siapa coba beritakan Injil di wilayah-wilayah yang Kekristenan ditolak, akibatnya bisa buruk. Maka di wilayah seperti itu, Injil sangat senyap!

Hal ini berbeda dengan wilayah-wilayah mayoritas Kristen, setiap saat KKR, pengkhotbah dalam negeri dan luar negeri tampil tiada henti berganti-ganti! Injil sangat gaduh!

Perenungannya, apakah Injil di wilayah-wilayah Kristen yang diberitakan setiap saat itu, membuat orang Kristen semakin Alkitabiah dan berani beritakan Injil, atau tidak ada perubahan alias KKR setiap hari hidup sama saja?

Nah, bagaimana ketika Injil ditolak di suatu wilayah yang anti Kristen, apakah pemberita Injil hanya punya satu strategi yaitu kerja secara sembunyi-sembunyi? Ataukah berani juga tampil terbuka dan secara lantang menyuarakan Injil?

Ketika yang banyak itu memaksa kita diam, jangan lakukan sesuatu, apalagi coba-coba beritakan Injil, maka pada situasi itulah dan seharusnya memang kita taat, karena Injil itu yang membuat kita berdiri dan bicara lantang!

Apakah ini tindakan konyol dan bunuh diri? Jawabnya tidak, karena sejarah telah membuktikan meskipun para penginjil diusir, dianiaya, dipenjara bahkan dibunuh, suara Injil tidak bisa dipaksa diam!

Salam Injili 

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

READ  Kristen Sejati Bukan Hanya Percaya Tetapi Hidup Di Dalam Yesus

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*