PEMBERITAAN INJIL TANPA BELAS KASIHAN SIA-SIA BELAKA

“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala”. Matius 9:36 (TB) 

Pemberitaan Injil atau pelayanan Kristen di bidang apa pun, jika tidak didasari dari belas kasihan hanyalah suatu kesia-siaan. Ketika seorang pemberita Injil melaksanakan Amanat Agung Yesus Kristus, ia harus meyakinkan dirinya bahwa siapa pun, suku apa pun, warna kulit apa pun bahkan status sosial apa pun yang ia temui, haruslah didasari belas kasihan. Akan seperti apakah nasib begitu banyak orang yang masih hidup dalam kegelapan dan terjerat dosa jika tidak diselamatkan? Dalam hal ini, yakni belas kasihan, telah menggerakkan begitu banyak para pemberita Injil meninggalkan kehidupannya yang nyaman untuk pergi menemui setiap orang, suku dan bangsa yang terlihat seperti domba tanpa gembala.

Hal belas kasihan menjadi sangat utama, yang telah membawa seseorang jauh sikap ego sektoral, bangga atas nama diri atau denominasi gereja yang supremasi bahkan kekayaan yang dimilikinya, karena dengan demikian ia akan menjadi sama dengan mereka yang mendengarkan Injil Kristus. Kepada orang Yunani ia seperti orang Yunani, kepada orang Yahudi ia seperti orang Yahudi, kepada suku Jawa ia akan seperti orang Jawa. Yang artinya, mampu menempatkan dirinya “orang-orang yang juga menerima belas kasihan dari Tuhan Yesus Kristus”.

Cukup banyak kisah, pemberita Injil yang menempatkan obyek pemberita Injil sebagai pendosa yang jahat dan pasti masuk neraka jika ia tidak memberitakannya. Ya, setiap orang tanpa Yesus pasti binasa, namun saat menjadi pelaku pemberitaan Injil ia tidak boleh angkuh, sombong dan seakan ia yang menjadi juru selamatnya. Sikap seperti ini hanya membuat obyek pemberitaan Injil muak dan menutup diri. Pemberitaan Injil tanpa belas kasihan sia-sia belaka.

READ  PENGINJILAN KUNCI TIBANYA KESUDAHAN

Mari penuhi kehidupan pelayanan dengan belas kasihan yang meluap.

 

Salam Injili,

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketua MAPER PGLII

Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*