KARENA RAHMATNYA; ALLAH MENYELAMATKAN KITA

/script>
“Tetapi, ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan benar yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya melalui permandian kelahiran kembali dan melalui pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,” (Tit. 3:4-5 TB2)
Allah mempunyai rahmat atau belas kasihan yang besar kepada manusia yang sedang menuju kebinasaan. Oleh karena rahmat-Nya, Allah ingin membebaskan manusia dari penderitaan hukuman dosa. Arti rahmat (Yun: eleos) Allah adalah belas kasihan Allah terhadap situasi kehidupan manusia yang penuh penderitaan. Belas kasihan Allah ini mendorong Dia berinisiatif untuk melakukan kebaikan terhadap manusia yang menderita dalam dosa. Rahmat atau belas kasihan Allah begitu besar kepada dunia yang menderita dan binasa karena dosa. Oleh karena itu Allah mengutus AnakNya yang tunggal ke dunia.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh. 3:16)
Karena rahmat-Nya Allah menyelamatkan kita. Kehadiran Yesus Kristus ke dalam dunia dan rela mati untuk menebus manusia berdosa adalah wujud pelimpahan kekayaan rahmat Allah kepada manusia supaya manusia diselamatkan.
“Tetapi, Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh pelanggaran-pelanggaran kita – oleh anugerah kamu diselamatkan –”(Efesus 2:4-5)
Oleh karena rahmat atau belas kasihan-Nya, Allah tidak menginginkan orang yang dikasihi-Nya binasa. Ia menempuh jalan atau cara yang terbaik dan tersempurna untuk menyelamatkan orang yang dikasihi-Nya. Jalan itu adalah melalui pengorbanan Yesus Kristus.
Jadi jelas bahwa, manusia diselamatkan bukan karena perbuatan benar yang telah manusia lakukan, tetapi karena ada rahmat atau belas kasihan Allah yang dilimpahkan kepada manusia. Wujud pelimpahan rahmat atau belas kasih Allah adalah Yesus Kristus yang menjadi manusia dan menjadi kurban penebusan manusia melalui kematian-Nya. Siapa yang percaya kepada Yesus Kristus, ia diselamatkan.
Marilah kita terus memberitakan bahwa Yesus Kristus adalah satu-satu jalan bagi manusia untuk diselamatkan dari kebinasaan.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia
READ  Melayani Tanpa Pertobatan; Orang Buta Menuntun Orang Buta

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*