/script>
MEMAHAMI MENGAPA ALLAH MENEMPATKAN KITA DI SATU TEMPAT
“Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta, sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.” (1 Korintus 16:8-9)
Mungkin tidak sempat terpikir oleh kita, mengapa saya ada disini sekarang, atau mengapa saya ada di sana dulu. Karena mungkin kita berprinsip, perjalanan hidup kita itu “mengalir” saja seperti air, ke mana pergi ke situ tujuan kita. Namun, dalam teks Alkitab di atas Paulus memberikan suatu cara pandang bagaimana ia memahami maksud Allah ketika ia berada di satu tempat tertentu.
Sebenarnya Paulus sedang membicarakan rencana kunjungannya ke Korintus dalam perjalanan misinya yang ketiga. Namun saat ia menulis surat Korintus ini, ia sedang berada di Efesus. Paulus memberi suatu gambaran tentang pelayanan di Efesus sangat efektif, dengan mengatakan, “di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting …”
Paulus adalah seorang Rasul yang sangat peka terhadap pimpinan Allah dalam menyusun strategi pelayanan untuk penjangkauan Injil. Perkataan Paulus, “aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta”, menggambarkan Paulus memahami benar bahwa Allah sedang menempatkan dirinya di Efesus yang strategis. Tentu ia juga memikirkan, bahwa dari kota ini ia dapat memberitakan Injil ke beberapa tempat lain yang belum sempat ia injili di wilayah Asia. Di Efesus, Paulus melayani selama 3 tahun. (Kis. 20:31)
Jadi Paulus sangat memahami tentang pimpinan dan penempatan Allah dalam perjalanan hidup dan pelayanannya. Hal ini dapat juga dilihat dalam perjalanan misinya yang kedua di Kisah Para Rasul 16:6-12. Pada waktu itu Paulus dan Silas dalam perjalanan dari Antiokhia dan mereka ingin memberitakan Injil di Asia, namun Roh Kudus mencegah mereka, sehingga mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia. Kemudian mereka tiba di Misia dan mereka bermaksud menuju ke Bitinia, kembali Roh Kudus tidak mengijinkan. Lalu mereka tiba di Troas dan malam itu Paulus melihat suatu vision, supaya mereka menyeberang ke Makedonia. Mereka menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil mereka untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di Makedonia. Makedonia adalah tanah Eropa. Paulus sangat menganggap penting untuk memahami pimpinan dan penempatan Allah dalam pelayanannya. Karena dimana tempat ia ditempatkan Allah, baginya tempat itu adalah tempat untuk melakukan “pekerjaan yang besar dan penting.”
Memahami maksud Allah ketika kita berada di satu tempat tertentu adalah sangat penting. Di manapun Allah memimpin dan menempatkan kita, di tempat itu Allah mau memakai kita untuk rencana-Nya, yaitu agar Injil Kerajaan Surga diberitakan.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply