SETIAP PIKIRAN DITAWAN AGAR TAAT KEPADA KRISTUS

/script>
“Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus“, (2 Korintus” 10:5)
Iman dan intelektual tidak harus dipertentangkan. Intelektual adalah penggunaan pikiran untuk berpikir, belajar, menggagas, menganalisis masalah-masalah, dlsb. Intelektual disini berkaitan dengan kecerdasan pikiran.
Dalam pengertian PB, pikiran (Yun: noema) di dalamnya mencakup pemikiran, maksud, cara berpikir dan intelektual. Pikiran adalah bagian inti dari kepribadian manusia. Anselm dari Canterbury mengatakan: (Latin) “fides quaerens intellectum” artinya “iman menuntut intelektual.” Orang percaya dalam kehidupan iman membutuhkan intelektual/pikiran.
Sebagaimana kita ketahui bahwa iman itu mencakup totalitas manusia, yaitu pikiran, kehendak dan perasaan.
Ada “komponen” iman yang disebut “notitia”, yaitu “knowledgement”. Yang mana, orang percaya kepada Yesus Kristus memiliki pengetahuan Injil. Mengetahui Yesus Kristus berdasarkan Injil. Di sini iman beroperasi melalui pikiran manusia.
“Komponen” iman lainnya disebut “assensus”, yaitu “agreement”. Yang mana ketika orang percaya kepada Yesus Kristus, ia bersetuju terhadap Injil. Di sini iman beroperasi dalam kehendak manusia.
Ada lagi satu “komponen” iman yang disebut “fiducia”, yaitu “commitment”. Yang mana orang yang percaya kepada Yesus Kristus memiliki komitmen menerima Yesus Kristus dan karya penebusanNya, mengikuti Dia dan penuh penyerahan diri kepadaNya. Di sini iman beroperasi dalam perasaan manusia.
Oleh sebab itu, orang percaya dalam kehidupan imannya tetap memerlukan pikirannya untuk mengenali Allah dan mengetahui FirmanNya. Namun, kita harus menyadari bahwa pikiran itu adalah pelayan iman, sehingga setiap pikiran harus ditawan untuk taat kepada Kristus. Janganlah membiarkan pikiran-pikiran tidak taat kepada Kristus sehingga menjadi “liar.” Tawanlah pikiran kita dalam pertolongan Roh Kudus untuk taat kepada Kristus.
Namun, kita harus percaya juga bahwa orang yang hidup dalam relasi yang benar dengan Kristus, maka hati dan pikirannya akan dipelihara Allah.
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Fil. 4:7) Setiap pikiran ditawan agar taat kepada Kristus
“Teruslah Bersekutu dan Memberitakan Injil!”

Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia
READ  ETIKA INJILI DAN NILAI-NILAI DI PGLII (VIII)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*