Waspada! Resesi Seks Di Kalangan Umat Beragama

<

“Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu ,…” Kejadian 4:1 

Dilansir oleh penelitian terbaru Institute for Family Studies (IFS), yang menyebut telah terjadi fenomena resesi seks secara khusus dikalangan anak muda yang taat beragama (CNBC Indonesia, Jan 2022).

Data itu menunjuk dua kali lipat dari 8% menjadi 21% khususnya di Amerika.

Namun data ini juga menunjuk hal yang sama di beberapa negara seperti China, Jepang, Singapore dan Korea Selatan.

Para wanita tercatat yang paling enggan melakukan hubungan seksual terutama di kalangan yang taat beragama (Kristen?).

Mereka juga mencatat jika kaum perempuan menjadi kelompok yang paling enggan melakukan hubungan seksual.

Ini juga termasuk kelompok taat agama seperti yang dikutip Daily Mail. Lyman Stone, IFS, melaporkan, sejak 2010 terjadi pada pria dan wanita beruia 18-35 tahun.

Hal ini berdampak pada penurunan jumlah populasi manusia tetapi juga meningkatnya candu pada pornografi dan game.

“Resesi seks merupakan ancaman terbesar dari semua ancaman yang ada.”

Semuanya, mulai dari pornografi online hingga video game canggih, hingga media sosial digunakan oleh banyak remaja sebagai pengganti kontak dengan manusia nyata (siap-siap ke metaverse).

Konon presiden AS, Joe Biden menganggap resesi seks ini sangat berbahaya bagi Amerika.

Nah, simaklah lebih mendalam hal resesi seks, jika terus terjadi pada kalangan umat beragama (Kristen) yang nota bene anak muda 18-35 tahun, populasi umat beragama akan berubah signifikan, yang Kristen menahan laju pertumbuhan, dan yang non Kristen akan gencar menambah anak.

Dapat dibayangkan kemana arahnya kelak?

Namun, jika apa yang dilansir CNBC Indonesia dan Internasional benar, resesi seks menimbulkan banyak orang lari dari dunia dan beralih ke dunia metaverse (pengganti kontak nyata pada sesama).

READ  Jangan Diam Terus; Hak Kita Sama!

Salam Injili

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*