KESATUAN DENGAN KRISTUS: KESATUAN SPIRITUAL

“Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang jauh dan damai sejahtera kepada mereka yang dekat, karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.” (Efesus 2:17-18)
Kita melanjutkan renungan kita tentang Kesatuan dengan Kristus (Union with Christ). Kesatuan dengan Kristus adalah Kesatuan Rohani (Spiritual Union) yang dikerjakan oleh Roh Kudus.
Roh Kudus adalah pribadi Allah Tritunggal yang memungkinkan orang percaya bersatu dengan Kristus. Dalam Kristus kita menjadi milik Allah. Kepemilikan Allah atas orang percaya di meteraikan oleh Roh Kudus. (2 Kor. 1:21-22; Ef. 1:13-14; 4:30)
Kesatuan Spiritual yang menjadi pengalaman tiap orang yang percaya adalah: ketika Roh Kudus melahirkan kembali (meregenerasi), sehingga ia dapat memasuki kerajaan Allah; ketika Roh Kudus menganugerahkan tiap orang percaya karunia (rahmat) pertobatan dan iman; ketika Roh Kudus bersaksi di dalam hati orang percaya bahwa ia adalah anak-anak Allah (sehingga Ia disebut juga Roh Adopsi); dan seterusnya. Oleh karena itu, Kesatuan dengan Kristus adalah juga Kesatuan Spiritual/rohani.
Kata “rohani” mengacu pada fakta bahwa karya Roh Kuduslah yang menghasilkan persatuan tersebut. “Rohani” juga berarti bahwa Kesatuan dengan Kristus bukan sekadar kesatuan “fisik”. Orang percaya tidak perlu memperagakan memanjat salib kayu dan tergantung di sana selama 6 jam, untuk merasa lebih intim dengan Yesus. (kita dapat melihat di media setiap perayaan Jumat Agung)
Hubungan kita dengan Kristus dimeteraikan dengan memeteraikan Roh Kudus. Sesungguhnya, Roh Kudus adalah meterai dan jaminan kita menerima karya penebusan Kristus. Dalam menjalani kehidupan kita, Roh Kudus selalu mengingatkan kita tentang Firman Kristus, (Yoh. 14:26) sehingga kita berjalan dalam kebenaran. Ketika kita berdoa, kita memintanya dalam nama Yesus (Yoh. 14:13-14), namun pada saat itu juga Roh Kudus membantu kita dalam berdoa, dan melalui Dia Allah memperhatikan doa kita. (Rom. 8:26-27)
Dari hal-hal tersebut di atas, kita memahami bahwa Kesatuan kita dengan Kristus adalah Kesatuan Spiritual yang kita telah alami sejak kita menerima Yesus di hati kita.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia
READ  Harga Dibalik Ketaatan Maria (VI)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*