Berhati-Hati Lakukan Perubahan Status Dari Pandemi Ke Endemi

“Jika memang data-data ilmiah dan analisa pakar menunjukkan kondisi terus membaik, maka relaksasi juga akan semakin dibuka,” tutur Abraham.

Kehati-hatian dan kecermatan (tidak tergesa-gesa), memang menjadi kunci sukses penanganan Covid-19, khususnya terkait langkah ke depan menuju perubahan status dari pandemi ke endemi. Pasalnya, kendati indikator baik tampak di sejumlah hal, data yang ada juga masih menunjukkan adanya kondisi yang kurang baik.

Sebut saja ihwal angka kematian. Data terkini tampak bahwa tren angka kematian di masa gelombang 3 yang didominasi penularan virus varian terus naik. Indonesia bahkan baru saja mencatat rekor kasus kematian harian akibat Covid-19 tertinggi, terhitung sejak awal Januari 2022. Pada Rabu (2/3/2022), kasus kematian bertambah 376.

Dengan penambahan kasus kematian itu, maka total kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia sebanyak 149.036. Adapun jika dirincikan maka enam provinsi dengan kasus kematian tertinggi adalah Jawa Tengah sebanyak 101 kasus, Jawa Timur 57 kasus, Jawa Barat sebanyak 39 kasus, DKI Jakarta 19 kasus, Riau sebanyak 17 kasus, dan DI Yogyakarta dengan 16 kasus.

Tercatat, pada gelombang varian Delta tahun lalu, kasus kematian akibat Covid-19 di RI sempat mencapai hampir 2.000 kasus dalam sehari. Dengan kondisi tersebut, Indonesia pun berada di posisi puncak sebagai negara dengan jumlah kematian harian tertinggi dunia.

Tak hanya ihwal tren kematian, di Provinsi DKI Jakarta, gelombang ketiga Covid-19, pada Rabu (2/3/2022) juga menunjukkan adanya peningkatan angka keterisian ICU sebanyak 46 persen. Hal tersebut disampaikan langsung Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kepada wartawan.

“BOR sudah menurun, sudah 37 persen. Dari 6.782 terpakai 2.478, jadi 37 persen. Sedangkan ICU dari 943 terpasang (bed) terpakai 428, sudah 45 persen. Jadi BOR-nya 40 persen, ICU 45 persen. Ini ada peningkatan ya,” tambahnya.

READ  Pembuatan Sumur Wajib Minta Izin ke Kementerian ESDM

Diketahui pula, selain angka kematian yang terus naik dan adanya peningkatan keterisian ICU, hal memprihatinkan yang juga ditemukan pada fase pandemi ini adalah terjangkitnya puluhan tenaga kesehatan (nakes) oleh virus corona mutan ini. Para nakes itu menjalani isolasi di RSDC Wisma Atlet.

Jadi, boleh dibilang, perang melawan virus baru ini memang belumlah usai sepenuhnya. Oleh karena itu, sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi, masih diperlukan kecermatan penuh dalam melakukan penanganan atas pandemi. Termasuk dalam hal perubahan status dari pandemi menuju endemi.

Sehingga, jelaslah bahwa seluruh kebijakan yang bakal lahir harus senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat luas dan memiliki prioritas aksi yang tepat. Untuk kemudian, pandemi pun bisa berakhir di 2022.

[indonesia.go.id]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*