Delegasi EdWG G20 Dikenalkan Budaya Indonesia di Tanah Jawa

Potret keindahan dari dramatari Roro Jonggrang pada agenda closing dinner yang disaksikan oleh seluruh delegasi G20. Kemendikbudristek

Agenda budaya selanjutnya yang tak kalah menarik dan seru untuk delegasi G20 adalah jemparingan, yakni olahraga memanah ala Kerajaan Mataram. Tidak seperti memanah konvensional yang dilakukan sambil berdiri, jemparingan dilakukan sambil duduk bersila.

Meskipun sulit dilakukan, para delegasi G20 tetap bersemangat dan mencoba memanah berkali-kali. Dengan mengenakan pakaian tradisional Jawa, laki-laki memakai blangkon, lurik, dan kain surjan sedangkan perempuan mengenakan kebaya dan kain jarit. Mereka menikmati keseruan jemparingan.

Jemparingan yang masih ada saat ini, khususnya di Yogyakarta, dikenal dengan jemparingan gaya Ngayogyakarta. Gaya panahan itu sejalan dengan filosofi jemparingan gaya Mataram, yaitu pamenthanging gandewa pamanthenging cipta, yang berarti bahwa busur membentang seiring dengan konsentrasi yang ditujukan pada hal yang ditargetkan. Dalam kehidupan sehari-hari juga berarti bahwa orang yang memiliki ide harus berkonsentrasi penuh pada tujuannya untuk mewujudkan impiannya.

Kunjungan kebudayaan (cultural visit) atau ekskursi budaya selalu menjadi agenda wajib dalam perhelatan internasional yang berlangsung di Indonesia, termasuk saat Presidensi G20 Indonesia 2022. Sehari sebelumnya, delegasi EdWG Meeting diajak untuk menikmati pesona matahari terbit di Candi Borobudur dan berkunjung ke Candi Prambanan.

Agenda budaya yang diikuti para delegasi G20 adalah menikmati makan malam di Candi Prambanan dan menyaksikan pertunjukan dramatari Roro Jonggrang pada Kamis (17/3/2022) malam. Dramatari berlangsung di kompleks Candi Prambanan dengan latar belakang Candi Prambanan yang tampak indah di malam hari dalam sorotan cahaya lampu.

Para delegasi menyaksikan dramatari tersebut dan memberikan apresiasi dengan riuh tepuk tangan saat dramatari selesai. Usai menikmati makan malam dan dramatari di Candi Prambanan, keesokan harinya para delegasi G20 mengikuti agenda kunjungan kebudayaan ke Candi Borobudur. Di hari terakhir EdWG, Jumat (18/3/2022), rombongan telah siap sejak pukul 04.00 WIB untuk berangkat menuju Candi Borobudur dan menikmati mentari terbit.

READ  Panduan Memanfaatkan AI Secara Etis & Bertanggung jawab

Setelah menyaksikan keindahan matahari terbit dari bagian atas struktur Candi Borobudur, para delegasi G20 lalu mengelilingi struktur candi sambil mendengarkan penjelasan pemandu dari Balai Konservasi Borobudur. Pemandu tersebut menjelaskan tentang sejarah Candi Borobudur dan kisah yang ada pada panel-panel relief dan stupa di Candi Borobudur. Secara keseluruhan, Candi Borobudur memiliki 1.460 panel relief dan 504 stupa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*