Indonesia Melalui Gelombang Penularan Subvarian Omicron

<

Indonesia berhasil melalui gelombang penularan subvarian Omicron. Tapi, ancaman kesehatan belum sepenuhnya usai. Serangkaian langkah antisipasi disiapkan.

Jakarta, legacynews.id – Pada Selasa (23/8/2022), sedikitnya 13 siswa dari sebuah sekolah yang berada di sebuah areal perumahan di kawasan Lebak, Banten, dinyatakan positif Covid-19. Penularan virus yang menjangkiti belasan siswa dari jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) itu diketahui setelah pihak sekolah mengantungi hasil swab tes polymerase chain reaction (PCR) yang dilaksanakan serentak di sekolah oleh petugas medis dari puskesmas setempat, pada Jumat (19/8/2022).

Terjadinya kasus penularan corona di lingkungan sekolah, pemukiman, perkantoran, moda transportasi, bahkan di dalam keluarga memang masih akrab terdengar di telinga kita. Kendati, sudah selama hampir tiga tahun pemerintah mengerahkan segala daya upayanya untuk dapat memutus tuntas rantai penularan di tanah air. Mulai dari mengencarkan sosialisasi ketaatan protokol kesehatan, melakukan testingtracing, dan treatment (3T), menggelar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), hingga melakukan percepatan vaksinasi mulai tahap 1, tahap 2, dan juga booster.

Tak hanya masih eksis menyerang warga masyarakat di sejumlah negara di dunia, hingga kini, virus corona mutan yang merebak sejak penghujung Desember 2019–ditemukan pertama di Wuhan, Tiongkok—juga diketahui telah berkali-kali mengalami mutasi genetik. Beberapa di antara mutasi virus SARS COV-2 itu, oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), sejauh ini telah digolongkan sebagai “varian yang patut mendapat perhatian”. Varian dan subvarian itu, antara lain, Delta, Omicron, BA.4, dan BA.5.

Di sejumlah negara di dunia, serangan BA.4 dan BA.5, yang merupakan subvarian Omicron, kini mendominasi penularan dan telah mengakibatkan lonjakan angka kasus infeksi yang signifikan. Kondisi tersebut, sangat boleh jadi, muncul akibat sifat varian virus yang diidentifikasi memang memiliki daya tular yang lebih cepat ketimbang jenis terdahulu. Di tanah air, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa gelombang penularan akibat infeksi Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 sudah terlewati.

READ  Mempertahankan Eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia

“Untuk yang gelombang ini, Indonesia menjadi satu dari segelintir, sedikit negara yang sudah berhasil melampaui gelombang BA.4 dan BA.5 dengan sangat baik,” katanya, dalam siaran langsung konferensi pers virtual terkait Ratas Evaluasi PPKM, Selasa (23/8/2022).

Sebagaimana diketahui, data dari Satgas Covid-19 menunjukkan, dalam sepekan penambahan harian kasus Covid-19 di tanah air berkisar pada angka 3 ribu—5 ribu kasus. Dengan angka fatalitas di kisaran angka 20-an kasus per hari.

Kendati relatif rendah dibandingkan angka di sejumlah negara di negeri jiran, Menkes Budi meminta agar semua pihak mewaspadai kondisi setidaknya enam bulan ke depan. “Sekarang ujiannya enam bulan lagi, sekitar Januari, Februari, Maret 2023,” ucapnya.

Jika bisa melampaui ‘ujian’ yang diprediksi jatuh pada triwulan I-2023, Menkes Budi mengatakan, Indonesia masuk sebagai negara yang dapat menangani pandemi 12 bulan berturut-turut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*