Lima Pilar Sinergi Dalam Mengelola Sumber Daya Alam

 

Kapal tongkang bermuatan batu bara melintasi aliran Sungai Batanghari di Jambi, Selasa (8/3/2022). Batubara Indonesia diincar negara di kawasan Eropa. ANTARA FOTO/ Wahdi Setiawan

Bila melihat tren 2021, harga komoditas itu, mengacu harga batu bara acuan (HBA) yang dikeluarkan Ditjen Minerba Kementerian ESDM, sudah di atas USD80 per ton. Pernah mencapai titik puncak di seputar November 2021 sebesar USD200 per ton dan di Desember 2021 sebesar USD159,79 per ton.

Kemudian, naik lagi USD158,50 di Januari 2022, Februari (USD188,38 per ton). Kementerian ESDM pun sudah menetapkan HBA untuk periode Maret 2022 sebesar USD203,69 per ton.

Sementara itu, berdasarkan data pasar ICE Newcastle Kamis (10/3/2022), harga batu bara untuk kontrak Maret 2022 telah mencapai USD423,15 per ton, mendekati titik tertinggi yang sempat pernah dicapai beberapa waktu lalu di USD440 per ton.

Disebut-sebut, produk batu bara Indonesia kini mulai diincar negara-negara kawasan Eropa untuk membangkitkan energinya menggantikan pasokan batu bara dari Rusia. Bila mengacu dari data-data di atas, pendapatan pelaku usaha sektor batu bara kini sedang gurih-gurihnya.

Ujungnya juga mendongkrak penerimaan negara dari sektor minerba. Laporan Ditjen Minerba Kementerian ESDM menyebutkan, selama 2021 capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp75,15 triliun.

“Tahun 2021, Alhamdulillah, realisasi PNBP minerba sebesar Rp75,16 triliun atau 192,2% dari target yang semula Rp39,1 triliun,” ujar Dirjen Minerba Ridwan Djamaluddin dalam satu kesempatan.

Pada 2022, target penerimaan PNBP minerba diturunkan menjadi Rp42,36 triliun, jauh dibandingkan penerimaan 2021. Menurut Ridwan, karena rencana 2022 ini dibuat berdasarkan asumsi produksi batu bara sebesar 550 juta ton dengan nilai Harga Batubara Acuan (HBA) USD67,3.

READ  Persatuan Wartawan Nasrani Sinergi Dengan Kemenkominfo

Bisa jadi melihat potensi yang luar biasa dari sektor minerba seperti gambaran di atas, pemerintah pun bergerak cepat untuk mengamankan dan mengawasinya di tengah tekanan penerimaan lainnya yang masih belum optimal. Inilah yang melandasi lahirnya sistem informasi mineral dan batu bara antar kementerian/lembaga (Simbara).

Seperti disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, lahirnya sistem itu merupakan sinergi untuk menjawab kebutuhan pada era digitalisasi. Di sektor itu membutuhkan adanya suatu ekosistem yang mengintegrasikan antarsistem kementerian/lembaga terkait pengelolaan dan pengawasan mineral dan batubara (minerba).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*