“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin disembunyikan” Matius 5:14 (TB2)
Maraknya pelarangan orang Kristen beribadah atau berdoa di rumah sendiri, atau larangan pendirian rumah ibadah atau gedung gereja, telah menimbulkan berbagai komentar dari tokoh agama, pemerintah dan masyarakat luas. Untuk mengatasi benturan-benturan di seputar agama, muncul pendapat agar “agama itu seharusnya hanya di ruang privasi“. Benarkah demikian? Di Indonesia hendak diatasi dengan apa yang disebut “moderasi beragama”.
Lalu dibagi-bagilah persoalan beragama ini dengan, yaitu apa yang dipahami, bahwa ruang privasi beragama itu disebut internum, partikular, keyakinan iman yang hanya dipertahankan dalam prinsip-prinsip iman untuk diri sendiri. Jangan dibawa-bawa ke ruang publik. Misalnya jika di Kristen “Yesus satu-satunya Juruselamat, di luar Yesus binasa!’ Jangan di taruh di ruang publik.
Sebaliknya beragama di ruang publik, eksternum, universal dan moderat. Misalnya, “semua agama itu baik”, “agamaku baik dan agamamu baik!”, “semua agama menuju surga”, silakan di praktikkan di ruang publik.. Benarkah ajaran Yesus Kristus seperti itu, beragama hanya di ruang privasi? Jawabnya tidak! Beragama Kristen dan ajaran-ajaran Yesus, justru menuntut setiap implementasi iman harus seperti “terang dunia” atau “pelita yang tidak boleh ditaruh di bawah gantang”.
Karena itu, bahwa hal ini bukan berarti beragama di kalangan Kristen, harus mengikuti kaidah-kaidah moderasi beragama, maka beragama hanya bersifat inklusif dan janganlah menjadi sikap yang ekslusif. Ingat, ajaran-ajaran Yesus Kristus, bukan merendahkan moderasi beragama, tetapi tampil sebagai syiar yang elegan, terang dunia yang elegan, bukan terang yang bakar-bakar rumah ibadah. Dalam konteks ini, umat Kristen yang mempraktekkan “kasihilah sesamamu manusia”, jauh melebih ruang-ruang partikular dan universal beragama. Do Indonesia, moderasi beragama lebih diarahkan kepada kelompok-kelompok intoleran dan radikal yang alergi jabat tangan dengan yang berbeda agama, haram ucapkan selamat natal!
Salam Injili,
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.
Ketua MAPER PGLII
Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply