Menjelajah Sehari Di Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu Jawa Barat

<

Indramayu, legacynews.id – Dalam rangka silaturahmi hari Raya Idhul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah tahun 2022, berbagai organisasi Nasrani, Protestan dan Katolik yang tergabung dalam PEREKAD Aliansi Perdamaian dan Keadilan plus PIM Kamis (12/5) berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Zaytun di Indramayu Jawa Barat.

Yusuf Mujiono, Ketua Umum Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia menegaskan bahwa kehadiran PEREKAD ini bertujuan bersilaturahmi dengan Syaykh Dr. (H.C.) Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun dalam suasana Hari Raya Idul Fitri beserta jajaran pengurus Pondok Pesantren Al Zaytun.

Sekedar tahu bahwa nama Indramayu dimana Pondok Pesantren terbesar di Asia ini berada, memiliki lahan 1600 hektar yang berasal dari legenda kecantikan Istri Raden Arya Wiralodra bernama Nyi Endang Darma Ayu, yaitu salah satu pendiri Indramayu abad 1527 M, demikian catatan kecil tentang sejarah kabupaten ini kenapa kemudian diberi nama Indramayu.

Kunjungan silaturahmi Idul Fitri beberapa organisasi diantaranya Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia, Vox Point Indonesia, Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Persatuan Masyarakat Kristen Indonesia Timur (PMKIT), dan Persatuan Indonesia Mandiri (PIM). Tiba di lokasi Al-Zaytun sekitar pukul 11:00 WIB.

Sebagai sebuah pondok pesantren modern, protokol kesehatanpun dilakukan ketat. Semua tamu dari luar harus melalui test antigen dan mobil yang masuk harus disemprot dengan disinfektan.

Kedatangan peserta disambut penuh kehangatan dan persaudaraan oleh Abdul Halim, salah satu pengurus di Ponpes yang selama ini memang intens berkomunikasi dengan PEWARNA. “Ini tamu terbanyak pertama yang diterima pihak Ponpes setelah pandemik,” ujar Abdul Halim menyambut rombongan dengan penuh keramahan.

Karena memang selama pandemik berlangsung Ponpes Al-Zaytun menerapkan peraturan yang tegas, tak boleh ada tamu luar yang masuk mengingat untuk membantu pemerintah mengatasi penyebaran pandemik, tambah Abdul Halim menjelaskan bagaimana pihak Ponpes Al-Zaytun serius turut mengatasi pandemi Covid-19.

READ  Rachmat Manullang: Penting Menggali Sejarah ke Kristenan Indonesia

Bahkan semua santri, karyawan serta pengurus beserta pimpinan Ponpes Al-Zaytun sudah menerima vaksin 4 kali.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*