Menjelajah Sehari Di Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu Jawa Barat

Vox Point, lanjut Handoyo, “Kami melatih kader bangsa, caleg-caleg yang terjun ke dunia politik agar lebih mencintai negara bangsa dan negaranya. Kami bersaudara, kita memang berbeda paham tapi kami ingin berkontribusi membangun Indonesia yakni Indonesia satu.”

Dwi Urip Premono, Ketua Umum PIM dan Sekjend PMKIT mengungkapkan kesannya bahwa, “Syaykh Al-Zaytun dengan semua karya-karya merupakan bentuk kemadirian yang sudah diejawantahkan untuk mencapai Indonesia yang diimpikan. Gemah ripah loh jinawi, kerto toto raharja. Murah tanpa tinuku urip tanpa tinandur.”

Kebersamaan dan komunikasi adalah kunci untuk menghilangkan kecurigaan. Menurut apa yang dilihat dan dirasakan Pdt Harsato Adi Ketua Umum API, bahwa Syaykh Panji jelas warnanya nasionalis kebangsaan. Hal itu bisa dilihat dengan apa yang dikerjakan melalui karya nyata di Ponpes bahkan saat ini sedang membangun sebuah kapal yang ditargetkan 50 kapal yang dipusatkan di Eretan Wetan Indramayu. Karena kapal multifungsi baik sebagai penjaga kedaulatan Negara dan pengggerak ekonomi terutama pemberdayaan nelayan sebagai ciri khas bangsa Indonesia, sebagai seorang pelaut karena luas wilayah Indonesia memang sebagian besar laut yang belum banyak diberdayakan.

Pada akhir pertemuan malam hari di galangan Kapal Samudra Biru Indramyu, Antonius Natan anggota PP Pewarna Indonesia berdoa bagi Syaykh Panji Gumilang, keluarga dan peserta didik di pondok pesantren agar mendapat perlindungan dan pertolongan Tuhan sehingga dapat menggapai apa yang dicita-citakan. dan keselamatan daripada Tuhan Yesus menyertai.

Sementara Hervin Devanda, Ketua PD Pewarna Jabar yang mendampingi Ketua Umumnya menyesalkan pihak Pemda Indramayu yang seakan membiarkan jalan, tepatnya Gabus Gantar akses menuju Ponpes terbesar serta jalur ekonomi itu ditelantarkan. “Harusnya pihak Pemda segera tanggap demi kemajuan pembangunan Indramayu, apalagi saya dengan dari pihak pengurus Al-Zaytun sudah pernah mengajukan permohonan untuk menguruk jalan dengan biaya sendiri namun dari pihak Pemda tak memberikan jawab hingga saat ini”, tandas Hervin berharap pihak Bupati ataupun Pejabat yang terkait segera meresponinya. [AN]

READ  Pondok Pesantren Bersama-sama Cegah Kekerasan Seksual

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*