Musisi Mampu Meraup Keuntungan Besar Hingga Miliaran Rupiah

 

Melalui platform musik digital, musisi bisa menghasilkan keuntungan tanpa harus melakukan pertunjukkan secara langsung di tengah pandemi. KEMENPAREKAF

Ada pula Nabila Taqqiyah, serta Tenggo dengan Pasukan Boneka yang memanfaatkan media sosial Ome TV untuk mengenalkan musik mereka kepada penggemar di seluruh dunia secara digital. Keduanya memiliki kemampuan bernyanyi yang sangat baik dan selalu menyapa siapa saja yang ditemui di Ome TV serta mengajak teman-teman baru mereka di media sosial untuk bernyanyi bersama.

Nabila dalam setiap aksinya selalu berduet dengan sang paman memakai gitar akustik atau biola. Sedangkan Tenggo, nama panggung dari Panji Wicaksono, telah lima tahun berprofesi sebagai ventrilouist atau seni olah suara perut dan memanfaatkan boneka sebagai media pengalih.

Ia tidak sendiri, karena ditemani pasukan bonekanya yang terdiri dari Jojo, Rendi, dan Oncu. Seperti halnya Nabila Taqqiyah, Tenggo pun mengunggah video-video lucunya bersama Pasukan Boneka ke Youtube dan rata-rata dilihat sebanyak 500 ribu hingga 2 juta kali. Keduanya juga berhasil mengumpulkan lebih dari 500 ribu subscribers hanya dalam waktu kurang dari dua tahun.

Lalu ada mantan seniman jalanan seperti Angga Candra yang telah mengecap nikmatnya berkarya di dunia digital. Ia bersama gitar kesayangan hingga tahun 2017 masih mengamen keluar-masuk kedai-kedai makan dan permukiman padat di Kota Depok. Pria kelahiran Kepahiang, Bengkulu itu sejak 2013 telah berkenalan dengan media sosial, namun baru serius ia garap pada 2019. Ia dikenal dengan gaya prank false, atau melantunkan lagu dengan berbagai gimmick, seperti pura-pura salah lirik atau pura-pura melantunkan lagu dengan suara parau.

Platform Social Blade mencatat, sebanyak 603 video telah ia unggah ke Youtube dan ditonton sebanyak lebih dari 1 miliar kali. Menurut Social Blade per Rabu (9/3/2022), Angga diperkirakan meraup penghasilan per tahun antara USD29 ribu hingga USD463,7 ribu atau sekitar Rp414,7 juta hingga Rp6,63 miliar per tahun. Pendapatan bulanannya kini diprediksi antara USD2.400–USD38.600 (Rp34,32 juta–Rp551,98 juta).

READ  Pendaftaran Pendidikan Profesi Guru Prajabatan Gelombang II

Daerah Ikut Berjaya

Hal serupa juga terjadi pada para seniman yang melantunkan lagu berbahasa daerah. Seperti grup musik hip-hop asal Papua Shine of Black yang berjaya lewat Jang Ganggu yang telah ditonton lebih dari 74 juta kali di Youtube. Atau penyanyi asal Ambon, Javrendzia Eka Putry Pasanea. Pemilik nama panggung Putry Pasanea ini juga berjaya di Youtube. Lagu-lagu hip-hop Putry dengan beat riang seperti Kaka Main Salah sudah dilihat lebih dari 14 juta kali, kemudian Kasih Slow (24 juta kali) dan Kaka Enda (1,2 juta kali) di Youtube.

Di Jawa Timur muncul nama Deni Setiawan atau lebih dikenal sebagai Denny Caknan. Mantan pegawai harian lepas Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Ngawi itu sukses sebagai penyanyi yang tenar di Youtube berkat lagu-lagu pop Jawa dan koplo. Singelnya Kartonyono Medot Janji telah dilihat hingga 236,8 juta kali atau Los Dol ditonton 136 juta kali.

Kendati baru mengunggah 90 konten video dan memiliki 4,73 juta subscribers di Youtube, tetapi menurut Social Blade, unggahan penyanyi kelahiran 10 Desember 1993 itu sudah dilihat sebanyak 1,3 miliar kali. Ia diprediksi mengantungi pendapatan tahunan antara USD98,9 ribu hingga USD1,6 juta (Rp1,41 miliar–Rp22,8 miliar). Pendapatan bulanannya diperkirakan USD8.200–USD131.900 (Rp117,2 juta–Rp1,88 miliar).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*