Trans Sumatera Akan Hubungkan Seluruh Provinsi di Pulau Sumatra

Ruas tol Trans Sumatera. Jalan sepanjang 684 km telah beroperasi dan 533 km dalam pengerjaan. KEMENPUPR

Maka, Presiden Jokowi pun berniat membangun jalan desa menuju sentra produksi buah di Dairi dan Karo. Selanjutnya ada koneksi jalan-jalan utama ke jalan tol. ‘’Kalau terkoneksi ke jalan tol, saya berani menjamin harganya lebih kompetitif  dibandingkan dengan harga-harga impor,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi optimistis, dengan dukungan infrastruktur yang baik, pemerintah bisa mengembangkan potensi-potensi di daerah, baik potensi pariwisata, pertanian, perkebunan, perikanan, dan yang lainnya. ‘’Saya titip, agar infrastruktur jalan tol yang bagus ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung usaha-usaha baru, meningkatkan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” lanjut Presiden Jokowi.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku merasakan betul manfaat jalan tol itu. Sebelum tol seksi Stabat-Binjai-Medan-Kualanamu selesai dibangun, warga Stabat dan Kabupaten Langkat, pada umumnya, memerlukan waktu dua hingga tiga jam guna menempuh jarak sekitar 57 km untuk sampai ke Bandara Kualanamu. ‘’Sekarang bisa 45 menit sampai 1 jam saja,’’ kata mantan Pangkostrad itu.

Tak heran bila Edy Rahmayadi sangat berharap agar pembangunan jalan tol itu terus dikebut, dari Stabat ke Tanjung Pura, lalu ke Pangkalan Brandan, dan selanjutnya masuk ke Langsa, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). ‘’Manfaatnya sangat terasa secara sosial dan ekonomi,’’ katanya.

Harapan Gubernur Sumut itu tidak bertepuk sebelah tangan. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, jalan tol Binjai-Langsa merupakan salah satu ruas prioritas dan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Trans Sumatera. “Diharapkan dapat meningkatkan arus logistik dari Provinsi Sumatra Utara menuju Provinsi NAD, serta mendukung pengembangan wilayah pada koridor jalan tol,” kata Menteri Basuki.

READ  Tol Balikpapan-Samarinda Mengusung Konsep Smart Forest City

Tulang Punggung dan Tulang Rusuk

Menteri Basuki menyatakan, secara keseluruhan jalan tol Trans Sumatera memiliki panjang 3.042 km, terdiri dari koridor utama 2.121 km dan koridor pendukung 921 km. Koridor utama itu adalah jalan tol yang membujur di sisi timur pulau sejak dari Kota Banda Aceh ke Lhokseumawe, Langsa, Binjai, ke Medan, berlanjut ke Dumai, Pekanbaru, Jambi, Palembang, dan berujung di Pelabuhan Bakauheni. Koidor utama ini manjadi tulang belakang (back bone) bagi Trans Sumatera

Adapun koridor pendukungnya adalah segmen jalan tol yang melintang dari Kota Sibolga melalui Balige dan Prapat kemudian turun ke Pematang Siantar dan terhubung ke koridor utama di  Kota Tebing Tinggi. Koridor kedua adalah dari Kota Padang lewat Bukit Tinggi ke Pekanbaru, dan yang ketiga adalah segmen Bengkulu-Palembang via Lahat.

Sejauh ini, sepanjang 684 km jalan tol Trans Sumatera, yang terdiri dari 10 ruas, telah dioperasikan. Sepanjang 533 km lainnya dalam tahap konstruksi. Ruas Tol Stabat-Pangkalan Brandan (45,7 km) akan selesai Februari 2023, dan ruas Pangkalan Brandan-Langsa (73,4 km) ditargetkan rampung Februari 2024. Begitu halnya ruas  Jakabaring (Palembang) ke Betung  (Jambi) sejauh 112 km juga akan selesai awal 2023.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*