Trans Sumatera Akan Hubungkan Seluruh Provinsi di Pulau Sumatra

Untuk segmen koridor pendukung, yang berperan bak tulang rusuk bagi koridor back bone, belum banyak ruas yang selesai digarap. Pada segmen Bengkulu-Palembang, baru seksi pendek Bengkulu-Taba Penanjung (17,6 km) yang telah mencapai 95 persen pengerjaannya. Selebihnya masih dalam persiapan. Pada segmen Pekanbaru-Padang, baru satu ruas jalan yang selesai yakni dari Pekanbaru ke Bangkinang sejauh 32 km.

Yang sudah banyak mencatat kemajuan adalah segmen Tebing Tinggi-Sibolga, melalui Pematang Siantar, Parapat, Balige, dan Tarutung. Segmen tol ini mengalami percepatan terkait pengembangan Danau Toba sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Ruas tol sepanjang 143 km, dari Tebing Tinggi ke Parapat via Pematang Siantar, ditargetkan selesai 2024.

Untuk percepatan pembangunannya, pemerintah kembali menggunakan dana APBN melalui skema penyertaan modal negara (PMN) yang disalurkan ke BUMN sebagai pelaksana pembangunan jalan tol. Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN telah menyiapkan langkah legal khusus untuk menjamin akuntabilitasnya dengan kontrak kinerja.

Untuk menjamin bahwa alokasi dana APBN ke PMN, yang selanjutnya disalurkan pada BUMN yang mendapatkan penugasan pemerintah (untuk membangun jalan tol, misalnya) akan disertai dengan kontrak kinerja guna menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran. “Pada 2021, PT Hutama Karya mendapatkan PMN sebesar Rp25,2 triliun, dan pada 2022 mendapat PMN sebesar Rp23,85 triliun untuk penyelesaian sejumlah ruas tol Trans Sumatera,” kata Menkeu Sri Mulyani.

Masih banyak lagi dana yang diperlukan. Maka, pemerintah pun mengundang swasta berinvestasi. Skemanya, investor ikut menanamkan modal dan nantinya berhak mengoperasikan jalan tol pada kurun tertentu, sekitar 30 persen. Sesudah kontrak selesai, jalan tol kembali ke tangan negara.

[indonesia.go.id]

READ  Memacu Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai Nasional

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*