Bersyukur Bukan Dengan Mulut Dan Bibir

BERSYUKUR BUKAN DENGAN MULUT DAN BIBIR,

TETAPI HIDUP ITULAH UCAPAN SYUKUR

Mazmur 52:11 (TB2) Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; Aku berharap pada nama-Mu sebab Engkau baik di hadapan orang-orang yang Kaukasihi!

Ketika Tuhan Yesus selamatkan kita, bukan karena perbuatan dan kesalehan kita, tetapi karena anugerah-Nya, maka saat itulah hidup kita menjadi ucapan syukur.

Kekuatan bersyukur yang sejati bukan dengan mulut dan bibir belaka, karena jika mengucap syukur hanya dan mulut dan bibir, umumnya ketika segala sesuatu nampaknya baik-baik saja akan mengucap syukur, sebaliknya ketika keadaan sangat tidak baik mulut dan bibir susah untuk bersyukur.

Jika mengucap syukur hanya melalui mulut dan bibir saja, belum tentu hidup yang dijalani sesuai dengan ucapan syukur itu.

Hidup adalah ucapan syukur, meski keadaan sedang tidak baik, serba kekurangan, menderita, difitnah, dikecewakan, hidup dan kehidupan orang percaya itu tetap merupakan ucapan syukur!

Karenanya, orang-orang percaya yang telah diselamatkan oleh anugerah Kristus, hidup yang dijalani itu akan selalu mencerminkan ucapan syukur sejati!

Salam Injili 

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

READ  Mengikuti Yesus Keputusanku; Tetapi...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*