Anggota DPD RI Asal Sumut Dukung Apresiasi Pewarna Indonesia

Jakarta, legacynews.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Sumatera Utara, Penrad Siagian, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Apresiasi Pewarna Indonesia (API) 2026, Rapat Kerja Nasional (Rakernas), dan Doa Pewarna Jelajah Budaya Jawa-Bali 2026. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan daring bersama Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PP Pewarna ID), Sabtu (24/10).

Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan Penrad adalah memfasilitasi Gedung Nusantara V, Kompleks MPR/DPR/DPD RI, sebagai lokasi pembukaan rangkaian kegiatan tersebut. Agenda ini menjadi bagian dari perjalanan Pewarna ID menyusuri tujuh provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

“Soal tempat, sudah kami proses. Semoga tidak ada halangan. Pada saatnya nanti kita ketemu, itu di bawah kesekjenan MPR,” ujar Penrad dalam pertemuan tersebut.

API 2026 mengusung tema “Menyusuri Warisan & Menyemai Harapan” dengan subtema “Merawat Keberagaman, Menegakkan Integritas, dan Menyemai Harapan Kebangsaan.” Pembukaan kegiatan direncanakan berlangsung pada 10 November 2026 di Kompleks MPR/DPR, Jakarta.

Bagi Pewarna ID, rangkaian jelajah budaya ini tidak hanya menjadi upaya mengenalkan warisan budaya antardaerah, tetapi juga ruang untuk menghadirkan pemberitaan yang mendidik dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Melalui kegiatan tersebut, organisasi wartawan Nasrani ini ingin mendorong praktik jurnalistik yang tidak terlepas dari tanggung jawab sosial, etika, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Dalam pertemuan itu, Ketua Panitia, Dr. Antonius Natan, memaparkan perkembangan persiapan kegiatan. Audiensi dengan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen dan Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian Agama telah berlangsung. Sementara itu, korespondensi permohonan audiensi dengan pemerintah di tujuh provinsi yang menjadi tujuan kegiatan masih berjalan.

Untuk API 2026, panitia menyiapkan mekanisme pemilihan tokoh melalui polling yang disebarkan selama sepekan hingga akhir Oktober 2026. Sebanyak 12 kategori nominasi disiapkan, mencakup tokoh penjaga keberagaman, kepala daerah pengamal harmoni, penegak hukum yang berdampak, figur budaya, lembaga pendidikan, lembaga media, hingga figur muda yang menginspirasi.

READ  Gereja Tidak Dipanggil Untuk Menjadi Supermarket Rohani (1)

Selain membahas persiapan acara, panitia menyampaikan kebutuhan dukungan operasional berupa konsumsi bagi 300 orang serta fasilitas bus atau angkutan untuk rombongan selama perjalanan ke tujuh provinsi. Menanggapi hal tersebut, Penrad meminta panitia berkoordinasi dengan sekretarisnya untuk menjadwalkan pertemuan tatap muka pada 3–4 November 2026.

“Perlu juga bicara terkait rencana kita ke depan,” ujarnya.

Di luar dukungan teknis, Penrad memberikan perhatian pada kriteria penerima penghargaan API 2026. Menurutnya, penilaian terhadap tokoh perlu menitikberatkan integritas, reputasi, dan dampak nyata dari kebijakan atau tindakan mereka, bukan semata-mata popularitas.

“Pemilihan tidak saja karena popularitas, tapi perlu penilaian atas dampak dari kebijakannya,” tegasnya.

Penrad juga menyampaikan kritik terhadap arah kebijakan di parlemen. Ia menilai kebijakan yang dihasilkan dalam dua tahun terakhir belum berpihak kepada masyarakat dan mencontohkan regulasi di sektor mineral dan batu bara serta badan usaha milik negara.

“Dua tahun ini, di DPR tidak satupun kebijakan yang diproduksi yang pro rakyat. Bagaimana produksi aturan seperti UU Minerba dan UU BUMN, misalnya, menghisap jutaan rakyat. Di bidang apa pun nilai-nilai dasar perlu dipertahankan,” ujarnya.

Ia berharap proses pemilihan penerima penghargaan API dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong perhatian publik terhadap integritas dan kualitas tata kelola kebangsaan.

“Saya ingin pemilihan Pewarna ini bisa tetap menerangi tata kelola kebangsaan ini,” katanya.

Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa penghargaan publik tidak semestinya berhenti pada seremoni. Pengakuan terhadap seseorang atau lembaga perlu disertai pertimbangan mengenai rekam jejak, tanggung jawab, serta kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.

Pewarna ID mengapresiasi dukungan Penrad Siagian terhadap rangkaian API 2026 dan Rakernas. Dukungan tersebut diharapkan turut memperkuat upaya organisasi dalam menjadikan pers sebagai ruang edukasi publik, merawat keberagaman, serta mendorong integritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

READ  170 Lembaga Amil Zakat Kantongi Izin Dari Kemenag

Melalui API 2026 dan Jelajah Budaya Jawa-Bali, Pewarna ID ingin menghadirkan penghargaan dan perjalanan budaya sebagai momentum untuk mengenali kontribusi nyata berbagai pihak sekaligus menyemai harapan bagi kehidupan kebangsaan yang lebih inklusif dan berintegritas.

Tentang Pewarna ID

Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna ID) adalah organisasi wartawan Nasrani Indonesia yang bergerak di bidang pers, berpegang pada kode etik jurnalistik dan ajaran Yesus Kristus, serta berkomitmen merawat keberagaman Indonesia.

Pro Ecclesia et Patria.

 

Narahubung Media:

Organizing Committee Secretariat PEWARNA ID | HUMAS: Nick Irwan 0813-1069-0366